Sejumlah anak duduk di atas mobil yang tergenang air di Perumahan Bumi Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Sejumlah anak duduk di atas mobil yang tergenang air di Perumahan Bumi Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Pemkot Makassar Segera Menyusun RTRW Siaga Bencana

Nasional banjir
25 Januari 2019 12:07
Jakarta: Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, segera menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) siaga bencana. Hal ini merupakan tindak lanjut pemerintah dalam upaya mitigasi bencana terutama yang terkait dengan banjir dan longsor.
 
"Kita mobilisasi masyarakat, kita buat mitigasi karena kami melihat di aplikasi juga peringatan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kami harus mempersiapkan masyarakat. Usaha mitigasi itu terpenting," ujar Wali Kota Makssar Ramdhan M Pomanto via sambungan satelit dalam Prime Talk Metro TV, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Ramdhan mengatakan sepanjang 35 tahun kota berkembang, selama 30 tahun itulah banjir kerap terjadi. Ia menilai banjir terparah tahun ini harus menjadi momen untuk menyadarkan semua pihak agar konsisten dengan tata ruang dan tata air kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk bagaimana kawasan lindung dan kawasan budi daya menjadi bagian dari konsistensi kita terkait persoalan tata ruang," kata dia.
 
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca ekstrem yang terjadi di Sulawesi Selatan terjadi akibat adanya aliran angin dari arah Samudera Pasifik menuju arah barat daya. Lantaran melintasi ekuator arah angin kemudian membelok dari timur laut ke tenggara.
 
"Tikungan (lintasan angin) itu yang kemudian menghantam pantai Sulawesi Selatan sehingga jatuhlah titik-titik air atau kondensasi uap air yang dibawa oleh angin tadi," kata dia.
 
Selain pembelokan arah angin, cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan juga dipengaruhi adanya bibit siklon di sebelah selatan Papua; antara Papua dan Teluk Carpentaria, Australia. Siklon ini membawa uap air dengan kecepatan tinggi.
 
"Meskipun masih bibit, pengaruh bibit siklon ini memperparah kondisi tikungan tadi," jelas dia.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi