Kepala Seksie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Dapot Dariarma.
Kepala Seksie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Dapot Dariarma.

Dokter Pembakar Bengkel yang Tewaskan 1 Keluarga Didakwa Pasal Berlapis

Nasional Kasus Pembunuhan Kota Tangerang Pembunuhan Berencana
Hendrik Simorangkir • 04 Januari 2022 17:11
Tangerang: Mery Anastasia, 30, terdakwa pembakaran rumah yang dijadikan bengkel hingga menghilangkan nyawa satu keluarga di Jalan Cemara, kawasan Pasar Malabar, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, menjalani sidang perdana. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang itu diikuti terdakwa secara virtual lantaran terdakwa tengah mengandung.
 
Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Sih Yuliarti dengan hakim anggota Tugiyanto dan Ferdinan Markus itu berlangsung singkat selama 30 menit dengan agenda pembacaan dakwaan. Merry menjalani sidang dari ruang Lapas Wanita Tangerang. 
 
Kepala Seksie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Dapot Dariarma, mengatakan sidang dengan pembacaan dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Tangerang, Oktaviandi Samsurizal dan Adib Fachri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pembacaan itu menjelaskan Mery Anastasia selaku terdakwa dijerat dengan dakwaan berlapis, terkait pasal pidana pembunuhan berencana, pembunuhan dan pembakaran yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. 
 
Baca: Tengah Hamil, Dokter Pembakar Bengkel Dapat Perlakuan Khusus
 
"Terdakwa kami dakwaan dengan pasal alternatif, pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 338 dan pasal 187 ayat 3 dan 187 ayat 1 KUHP. Kalau bicara unsur kesengajaan ini dalam berkas perkara nanti kita lihat dalam fakta persidangan, kita tidak bisa menghilangkan pasal dalam sangkaan penyidik," ujar Dapot, Selasa, 4 Januari 2022.
 
Sementara, kuasa hukum terdakwa Azmi Syahputra menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang pembacaan dakwaan tersebut. 
 
"Kami tidak akan mengenakan eksepsi, kami akan menggunakan asas peradilan yang cepat dan sederhana untuk mempermudah persoalan ini, untuk melihat spektrum kasusnya seperti apa," kata Azmi.
 
Sebelumnya, Mery Anastasia, 30, seorang dokter yang jadi tersangka pembakar rumah toko dijadikan bengkel motor di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang diancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati. 
 
"Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati," ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim, Rabu, 11 Agustus 2021.
 
Rachim menuturkan sakit hati menjadi motif tersangka membakar bengkel, karena dirinya hamil di luar nikah dan tidak mendapatkan restu dari calon mertua. 
 
"Mery lakukan itu sedang dalam keadaan hamil. Mery melakukan (pembakaran) itu dengan melempar dua plastik berisi bensin," katanya.
 
Mery sendiri diketahui merupakan kekasih Lion, yang merupakan satu diantara tiga korban meninggal tragedi kebakaran maut tersebut. Lion meninggal lantaran keracunan asap bersama orang tuanya bernama Edi, 63 dan Lilis, 54. 
 
"Mery lakukan itu sedang dalam keadaan hamil, sementara orang tua korban (Edi dan Lilis) tidak setuju kalau anaknya menikah dengan pelaku (Mery)," kata Rachim.
 
Rachim menuturkan dari penyelidikan, pihaknya menemukan barang bukti berupa lima liter bensin di dalam mobil milik Mery. 
 
"Jadi mobilnya itu Mitsubishi Expander milik Mery didapatkan lima kantong plastik isi bensin. Dia melempar hanya dua plastik itu, hingga terjadi ledakan," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif