Pihak sekolah saat memberikan keterangan kepada sejumlah jurnalis di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 10 Maret 2022. Medcom.id/ Ahmad Rofahan
Pihak sekolah saat memberikan keterangan kepada sejumlah jurnalis di Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 10 Maret 2022. Medcom.id/ Ahmad Rofahan

Sedang PKL, Siswa Pelayaran Asal Cirebon Hilang di Laut

Ahmad Rofahan • 10 Maret 2022 16:06
Cirebon: Seorang siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mundu Kabupaten Cirebon hilang di Perairan Laut Utara Flores saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
 
Frans Julius Hutapea, siswa SMK jurusan pelayaran itu dilaporkan jatuh dari kapal saat berlayar pada Sabtu, 5 Maret 2022 dan hingga kini belum ditemukan.
 
Kepala SMKN 1 Mundu, Ikhwanudin, mengatakan selain Julius ada 10 taruna lainnya diberangkatkan ke Pati, Jawa Tengah, untuk mengikuti PKL selama 4 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para siswa akan melakukan PKL terhitung sejak 25 Juli hingga 5 Oktober 2021 di salah satu perusahaan industri yang sudah bekerja sama dengan SMKN 1 Mundu.
 
"Perusahaan tersebut meminta perpanjangan waktu dengan alasan para taruna belum melakukan praktik secara penuh," ungkap Ikhwanudin, Kamis, 10 Maret 2022.
 
Baca: Anggota Polisi Diduga Tembak Warga di Makassar
 
Hingga berganti tahun, pihak sekolah sudah berupaya meminta agar para taruna segera dipulangkan.
 
Saat itu pihaknya mendesak perusahaan untuk segera memulangkan para taruna karena 14 Maret akan ada Uji Kompetensi yang harus diikuti.
 
Namun pihak sekolah justru menerima kabar salah satu taruna jatuh di perairan Laut Utara Flores saat berlayar dari Pelabuhan Juwana Pati menuju ke perairan di Papua pada 5 Maret 2022.
 
Pada Minggu pagi, kepala sekolah dan jajarannya menggelar rapat membahas hal tersebut. Dia meminta pihak perusahaan untuk menyampaikan secara lisan ke keluarga korban dengan didampingi perangkat desa.
 
"Setelah sepakat, perwakilan perusahaan datang ke Cirebon Senin sore, bersama dengan Ditpolairud wilayah Pati, sebelum mereka kembali ke Pati kami dan keluarga korban hanya diminta untuk menunggu sampai menerima undangan gelar perkara nanti," jelas Ikhwanudin.
 
Sampai berita ini ditulis, pihak sekolah belum tahu pasti penyebab Julius jatuh dari atas kapal. Untuk itu pihaknya memberangkatkan tim dan keluarga korban dalam waktu dekat tanpa menunggu undangan gelar perkara.
 
"Kalau sekarang ini, kabarnya taruna kami sedang dalam pencarian tim sar artinya belum ditemukan, yang jelas kami tidak bisa menunggu sampai menerima undangan gelar perkara, tim kami dan keluarga korban akan berangkat ke Pati minggu ini," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif