Keterangan Foto: Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap kasus arisan online bodong dengan tersangka dua orang perempuan. (Foto: Humas Polda Jateng)
Keterangan Foto: Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap kasus arisan online bodong dengan tersangka dua orang perempuan. (Foto: Humas Polda Jateng)

Jadi Bandar Arisan Bodong, 2 Warga Jateng Kumpulkan Rp4 Miliar

Mustholih • 18 Januari 2022 17:26
Semarang: Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengungkap kasus arisan daring bodong dengan nilai fantastis mencapai Rp4 miliar. Pelakunya dua orang perempuan yang kini sudah berstatus tersangka.
 
Salah satu tersangka, TVL, melakukan aksinya dari Demak, Jawa Tengah. Ia berhasil menjerat 169 korban lintas provinsi dari Jateng hingga Jakarta, Medan, Batam, dan Kalimantan.
 
Melalui grup perpesanan Whatsapp, Infoarisan by V, TVL menjajakan arisan ke sejumlah korban secara daring. Namun saat jatuh tempo, korban tak mendapatkan apa pun dari arisan yang dijalankan TVL.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Merasa tertipu akhirnya korban melaporkan kejadian itu Ditreskrimsus Polda Jateng," kata Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Johanson Ronald Simamora, di Semarang, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Baca juga: 8 Siswa MAN 2 Kota Malang Positif Covid-19, PTM Disetop
 
Dari hasil penyelidikan, kata Simamora, TVL sudah membuka arisan onlineselama setahun. Dari para korban, TVL berhasil menghimpun uang arisan sebesar Rp3 miliar.
 
"Tersangka kami tangkap di Stasiun Semarang," imbuh dia.
 
Menurut Simamora, sejak dilaporkan ke Polda Jawa Tengah pada 11 Januari 2022, TVL sempat melarikan diri ke Bali, Surabaya, hingga akhirnya kembali ke Semarang.
 
"Tersangka kami profiling akhirnya kami ikuti keberangkatannya melarikan diri ke Bali, terbang ke Surabaya, dan kembali ke Semarang," jelasnya.
 
Tersangka kedua kasus arisan bodong berinsial IN, warga Semarang. Selama menjalankan aksinya, IN sudah melakukan penipuan terhadap 14 orang korban.
 
Baca juga: Vaksinasi Dosis Satu Anak 6-11 Tahun di Sleman Ditarget Rampung 26 Januari
 
"Modus yang dilakukan sama menawarkan melalui Whatsapp menjanjikan arisan online-nya aman," kata Simamora.
 
Dari para korban, IN sudah menghimpun dana sebesar Rp1 miliar. IN ditangkap di Semarang. 
 
"Kami mengamankan ke dua pelaku dengan modus yang sama itu dari TKP berbeda," ujar dia.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, TVL dan IN dijerat pasal 45 huruf a ayat 1 Jo pasal 28 ayat 1 UU ITE dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Mereka terancam hukum 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 Miliar. Keduanya juga dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes M Iqbal Alqudusy, mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban arisan online TVL dan IN untuk segera melapor ke Polda Jawa Tengah. "Agar kami segera menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut."

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif