Pedagang di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang, tumpah hingga ke jalan raya Lumajang-Probolinggo. Foto: Metro TV/Kumbang Ari
Pedagang di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang, tumpah hingga ke jalan raya Lumajang-Probolinggo. Foto: Metro TV/Kumbang Ari

Pemudik Arah Jatim, Waspada Pasar Tumpah Lumajang-Probolinggo

Nasional Mudik Lebaran lalu lintas pasar Jawa Timur Mudik Lebaran 2022
MetroTV • 26 April 2022 11:22
Lumajang: Jalur mudik Lumajang-Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa, 26 April 2022 pagi, terpantau macet parah. Kendaraan dari arah Bali maupun arah sebaliknya tak bergerak. 
 
Hal ini diakibatkan meluasnya aktivitas di Pasar Buah Ranuyoso, Lumajang. Aktivitas berjualan tumpah hingga ke bahu jalan.
 
Banyaknya pedagang pisang yang berjualan di bahu jalan membuat akses jalan menyempit. Dan ini menyebabkan kemacetan panjang hingga empat kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pemudik tujuan Surabaya maupun Bali harus menunggu lama untuk bisa keluar dari titik kemacetan. Selain karena meluasnya lapak-lapak pedagang di Pasar Buah Ranuyoso hingga ke badan jalan, kemacetan ini juga dipicu oleh meningkatnya angka kendaraan di masa mudik Lebaran.
 
Ironisnya, tidak ada satu pun petugas dari kepolisian maupun dinas terkait untuk mengurai kemacetan. Warga sekitar pun berinisiatif untuk mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif, meski antrian kemacetan tetap tak dapat dihindari.
 

Sopir pasrah

Kondisi ini dikeluhkan para pengguna jalan. Tak hanya para pengendara mobil niaga, pemudik roda dua maupun roda empat juga sangat terganggu. 
 
Seperti yang dialami oleh Abdul Rohman, seorang pengendara motor. Ia mengaku sudah setengah jam terjebak macet akibat kegiatan jual beli di Pasar Ranuyoso.
 
Baca: Awas, Ada Uji Coba Ganjil-Genap Di Tol Cikampek
 
"Sudah 30 menit terjebak macet di sini. Saya cukup sering lewat jalur ini dan selalu begini kondisinya di pagi hari. Apalagi pas musim mudik begini," tutur pemudik tujuan Jember ini.
 

Pedagang terpaksa

Para pedagang mengaku terpaksa berjualan di badan jalan karena tak ada pasar yang strategis bagi mereka untuk menjajakan barang dagangannya. Mereka berharap pemerintah menyiapkan lokasi sehingga pedagang tidak jualan di bahu jalan lagi.
 
"Memang ada teguran agar kami tidak berjualan di pinggir jalan. Kami mau direlokasi tapi diberi tempat untuk berdagang. Kalau nggak ada, ya akan seperti ini terus," ujar Saheri, salah satu pedagang. (Kumbang Ari Bowo/REN)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif