Universitas Kristen Marantha Bandung menggelar Evolusia 2019 di Universitas Kristen Marantha Bandung, Jalan Surya Soemantri, Jumat, 15 November 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Universitas Kristen Marantha Bandung menggelar Evolusia 2019 di Universitas Kristen Marantha Bandung, Jalan Surya Soemantri, Jumat, 15 November 2019. Medcom.id/ Roni Kurniawan

Karya Mahasiswi Maranatha Sematkan Tato Mentawai dan Suku Indian

Nasional prestasi mahasiswa
Roni Kurniawan • 16 November 2019 10:02
Bandung: Evolusia 2019 menjadi ajang bagi mahasiswa Universitas Kristen Marantha Bandung untuk menunjukkan karya busana. Bahkan bidaya tato dari Mentawai, Papua hingga suku Indian, Amerika Barat menjadi inspirasi untuk diaematkan dalam busana.
 
Mahasiswi Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen, Marantha mengaku tertarik memilih budaya tato Mentawai sebagai landasan membuat busana.
 
"Awalnya saya mencari informasi tentang tato Mentawai di internet, youtube dan buku-buku. Saya menyadari bahwa kebudayaan itu hampir punah, maka saya ambil tema tato Mentawai," kata Femina di Universitas Kristen Marantha Bandung, Jalan Surya Soemantri, Jumat, 15 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karya busana tersebut merupakan tugas akhir Femina untuk menyelesaikan pendidikannya di Maranatha. Namun ia mengaku tidak mudah membuat busana dengan mengusung tema bermotif tato Mentawai.
 
"Saya harus baca-baca dulu sejarahnya supaya bisa benar-benar diterapkan dalam busana yang saya desain. Butuh waktu sekitar empat bulan hingga bisa mendesain busana dengan teman Tato Mentawai," jelas Marantha.
 
Busana buatan Femina pun dengan mengusung tema tato Mentawai menjadi karya terbaik Evolusia tahun 2019 ini dengan judul "Arat Sabulungan".
 
Seementara karya busana terbaik kedua diraih Yovita Sabata Daeli yang membuat desain 'ready to wear deluxe' yang terinspirasi dari etnik suku Indian di Amerika Barat. Yovita mengambil tema tersebut untuk diterapkan dalam desain busana yang ia kerjakan.
 
"Karena suku ini semakin tersingkirkan, jadi mereka semakin tersisihkan. Jadi saya angkat budaya tentang ritual keagamaannya. Sama saya juga butuh empat bulan untuk mengerjakan sehingga menjadi busana," kata Yovita.
 
Kedua busana hasil karya mereka pun ditampilkan dihadapan ratusan orang yang menghadiri Evolusia fesyen show. Mereka berharap, busana yang telah dibuat dengan kedua tangannya menjadi karya yang bisa diterima oleh masyakat.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif