Pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Rembang, Adian Nurcahyo (tengah). (Medcom.id/Mustholih)
Pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Rembang, Adian Nurcahyo (tengah). (Medcom.id/Mustholih)

PNS Kejari Rembang Gelapkan Dana Tilang Rp3 Miliar

Nasional kasus penggelapan
Mustholih • 16 Agustus 2019 13:32
Semarang: Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan seorang pegawai tata usaha Kejaksaan Negeri Rembang, Adian Nurcahyo, diduga menggelapkan dana denda tilang kendaraan bermotor lebih dari Rp3 miliar. Adian dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
 
"Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," kata Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejati Jateng Ketut Sumedana, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 16 Agustus 2019.
 
Ketut menuturkan berkas perkara Adian sudah dinyatakan rampung dan siap disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Semarang. Adian bakal mengadapi tuntutan maksimal dari Kejati Jateng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu kita beri penegakan hukum maksimal, karena yang bersangkutan main di rumah sendiri. Tidak ada diskon tuntutan hukum," tegas Ketut.
 
Dia mengungkap Andian berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Selama bertugas di Kejari Rembang, Adian disebut memiliki rekam jejak yang buruk.
 
"Anak ini waktu diperiksa sama pengawasan sempat menghilang tiga bulan. Teman-teman akhirnya keluarkan DPO internal. Kita kerjasama dengan Kejaksaan Agung menangkap tersangka di rumahnya," ungkap Ketut.
 
Ketut berujar kasus penyelewangan dana denda tilang terungkap pada 2018. Kepada kepada Penyidik Kejati Jateng, Adian mengaku menggunakan dana tilang itu untuk mengikuti banyak lomba burung.
 
"Tapi, kita sedang kembangkan," jelasnya.
 
Dia mengatakan ulah Adian mengakibatkan kerugian negara Rp3.025 miliar. Untuk mengganti kerugian negara, aset Adian berupa rumah dan tanah bakal disita.
 
"Nanti kita pelajari," tandasnya.
 
Pantauan Medcom.id, usai menandatangani berita acara penahanan, Adian tidak tutup mulut dan memilih segera masuk ke dalam mobil tahanan.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif