Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Pelaku Praktik Aborsi Bekasi Terancam 10 Tahun Penjara

Nasional aborsi ilegal
Antonio • 14 Agustus 2019 18:28
Bekasi: Ancaman hukuman untuk lima orang terduga pelaku kasus aborsi di Klinik Aditama Medika II, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat berbeda. Ancaman hukuman tergantung peran dari pelaku AL, 49, MPN, 25, WS, 40, ID dan YL.
 
Kapolsek Tambun, Komisaris Rahmat Sujatmiko, mengatakan, terduga pelaku yang diamankan memiliki peran berbeda. AL,49 merupakan perawat anastesi berperan melakukan tindakan aborsi. MPN yang juga bidan berperan sebagai perantara.
 
WS yang berprofesi sebagai PNS berperan sebagai rekan terduga pelaku ID. Kemudian, terduga pelaku ID merupakan pasien dan pelaku YL merupakan penghubung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Undang-undang yang dikenakan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan,” kata dia di Bekasi, Rabu 14 Agustus 2019.
 
Pasal yang dikenakan yakni 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU tentang Kesehatan yang menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan aborsi tidaksesuai dengan sebagaimana dimaksud pasal 75 ayat (2) dipidana dengan paling lama sepuluh tahun dan denda Rp1 miliar.
 
Mereka juga terancam dikenakan Pasal 346 KUHP dan Pasal 348 KUHP. Bunyi Pasal 346 KUHP yakni seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu diancam dengan ancaman pidana paling lama empat tahun.
 
Sementara, Pasal 348 berbunyi barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. “Pelaku ada lima yang diamankan saat ini, masih di Polsek Tambun,” ujarnya.
 
Mereka juga dikenakan Pasal 83 jo Pasal 64 UU tentang kesehatan yang menyatakan, setiap orang yang bukan tenaga kesehatan melakukan praktik seolah-olah sebagai tenaga kesehatan yang memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun penjara.
 
YL yang sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ditangkap polisi pada Selasa 13 Agustus 2019 di Metlan Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Penangkapanya menyusul penangkapan kepada empat orang tersangka lain pada 7 Agustus 2019 lalu.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif