Sejumlah warga menyeberangi Sungai Ciberang dengan perahu karet di Kampung Susukan, Sajira, Lebak, Banten. (Foto: ANTARA/Welly Ayu Rejeki)
Sejumlah warga menyeberangi Sungai Ciberang dengan perahu karet di Kampung Susukan, Sajira, Lebak, Banten. (Foto: ANTARA/Welly Ayu Rejeki)

Masa Tanggap Darurat Bencana Lebak Diperpanjang

Nasional banjir jakarta
Antara • 14 Januari 2020 14:16
Lebak: Masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, diperpanjang hingga 28 Januari 2020.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengungkapkan perpanjangan itu lantaran masih ada korban bencana yang tinggal pengungsian.
 
"Kita terpaksa status tanggap darurat banjir bandang dan longsor diperpanjang hingga 28 Januari 2020," kata Ketua Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi, melansir Antara, Selasa, 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan 10 orang meninggal dan memaksa 17.200 orang mengungsi.
 
Selain itu, bencana yang pada 1 Januari 2020 melanda wilayah Kecamatan Lebak Gedong, Sajira, Cipanas, Curugbitung, Maja, dan Cimarga, juga menyebabkan 1.060 rumah, 23 pesantren, 28 jembatan, dan 19 sekolah rusak berat.
 
Akibat bencana itu juga 891 hektare lahan persawahan rusak. Bahkan ada yang berubah menjadi aliran sungai.
 
"Kami memperkirakan kerugian infrastruktur hingga mencapai miliaran rupiah," kata Kaprawi.
 
BPBD Lebak mewaspadai kemungkinan adanya bencana susulan mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Lebak berpotensi menghadapi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat hingga 10 hari ke depan.
 
Korban banjir dan tanah longsor saat ini masih ada yang tinggal di tempat pengungsian, termasuk di Posko PGRI Kecamatan Sajira, Posko GOR Futsal Kecamatan Lebak Gedong, dan Posko Dodiklatur.
 
"Selama tanggap darurat kami terus siaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Kaprawi.
 
BPBD juga menyiagakan bantuan dan perlengkapan penanganan bencana seperti pelampung, perahu karet, tenda, kendaraan dapur umum, ambulans, dan kendaraan operasional supaya bisa cepat bertindak jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan tanah longsor.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif