Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Guru di DIY Urunan Bantu Korban Pembacokan Siswa

Nasional penganiayaan
Ahmad Mustaqim • 27 November 2019 20:57
Yogyakarta: Kelompok guru di Yogyakarta bersolidaritas dengan patungan uang untuk Wening Pamuji Asih, 35. Wening merupakan seorang guru yang tinggal di Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, yang dibacok muridnya dengan alasan cinta.
 
"Kita sudah serahkan ke yang bersangkutan (Wening) di RSUP Dr Sardjito," kata Ketua PGRI DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat dihubungi, Rabu, 27 November 2019.
 
Aji mengatakan dana itu dikumpulkan dalam peringatan hari ulang tahun PGRI. Dana yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam peringatan HUT PGRI di GOR Amongrogo, kata Aji, dana yang terkumpul sebesar Rp9,7 juta. Jumlah ini dari guru-guru yang bekerja di wilayah Kota Yogyakarta.
 
Sementara guru dari Bantul terkumpul dana senilai Rp10 juta. Kemudian guru di Gunungkidul terkumpul Rp22 juta, Kabupaten Sleman sebanyak Rp30 juta, dan Kulon Progo sebesar Rp27,6 juta.
 
Aji menegaskan kelompok guru turut bersimpati dengan situasi Wening. Ia mengatakan dana yang terkumpul merupakan bentuk kesukarelaan dari para guru.
 
"Kebetulan itu momentumnya. Kami ikut prihatin dengan situasi yang dialami Bu Wening," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah DIY INI.
 
Sebelumnya, CB, 16, melukai Wening Pamuji Asih, dengan pisau di kediamannya, Dusun Sambeng, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Rabu, 20 November 2019. Korban mengalami luka sobek di perut dengan lebar tiga sentimeter dan panjang tujuh sentimeter. CB merupakan murid Wening di salah satu sekolah tingkat SMA di Kulon Progo.
 
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII) Kecamatan Srandakan. Wening lantas dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
 
Saat ini masih dirawat di RSUP Dr Sardjito setelah sempat masuk di ruang gawat darurat. Wening telah jalani perawatan di Ruang Cendana.
 
Sementara polisi masih memeriksa CB karena diduga mengalami gangguan jiwa. Hasil pemeriksaan dengan tim dokter, CB mengalami tekanan di otaknya. Polisi juga menunggu rekomendasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Yogyakarta terkait kelanjutan kasus, lanjut pidana ataukah diversi (pemindahan dari jalur pidana).
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif