Ilustrasi ASN. MI/Ramdani
Ilustrasi ASN. MI/Ramdani

17 ASN Pemkot Surabaya Terancam Sanksi karena Bolos Kerja

Nasional Mudik Lebaran ASN
Amaluddin • 17 Mei 2021 21:42
Surabaya: Sebanyak 17 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bolos kerja. Akibatnya mereka akan mendapat sanksi disiplin karena tidak mengajukan cuti.
 
"Tanpa keterangan (tidak masuk) di tanggal 11 Mei 2021 itu ada sembilan orang. Kemudian di tanggal 17 Mei 2021, ada delapan orang (tidak masuk) tanpa keterangan," kata Kepala Inspektorat Kota Surabaya, Rachmad Basari, di Surabaya, Senin, 17 Mei 2021.
 
Baca: Pemprov Sumsel Berhasil Turunkan Grafik Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Basari menegaskan kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Surabaya, tentang Pembatasan Bepergian ke Luar Daerah dan /atau Mudik dan atau cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non PNS dalam Masa Pandemi Covid-19.
 
Pada poin 1 huruf a Surat Edaran itu disebutkan bahwa pegawai PNS maupun non PNS dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, dan atau mudik atau cuti sejak tanggal 6-17 Mei 2021. Sementara pada poin ke 1 huruf d, disebutkan bahwa pegawai PNS maupun non PNS untuk tidak mengajukan cuti selama periode tanggal 6-17 Mei 2021.
 
Terkait 17 pegawai yang bolos kerja itu, Basari mengaku masih mendalami dan mengklarifikasi. Menurut dia tidak menutup kemungkinan pegawai yang tidak masuk itu, karena sebelumnya sedang proses pemeriksaan permasalahan hukuman disiplin.
 
"Tanpa keterangan ini masih kita akan klarifikasi. Apa penyebabnya tidak hadir di tanggal 11 dan 17 Mei. Bisa jadi memang sebelumnya sudah ada pelanggaran disiplin, yang memang mereka sudah tidak masuk kerja," jelasnya.
 
Untuk saat ini, pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan itu masih dilakukan proses klarifikasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing di lingkup Pemkot Surabaya. Sebab menurutnya, yang lebih mengetahui persis detail permasalahan adalah OPD terkait. "Hari ini sedang berproses ke OPD nya masing-masing. Karena yang lebih tahu persis kan perangkat daerahnya," ungkapnya.
 
Sementara Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, menyatakan pemkot akan memberikan pembinaan sesuai dengan aturan yang berlaku kepada pegawai, yang tidak masuk pada H-1 maupun H+1 pasca libur Lebaran. Pembinaan itu dapat berupa sanksi mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.
 
"Nantinya para atasan (Kepala OPD) akan melihat, apakah alasan dari para ASN yang tidak masuk pada hari ini bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Selama alasannya rasional, ya mungkin ada beberapa teguran-teguran. Bisa teguran lisan maupun tertulis," kata Febri.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif