Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Berkas Perkara Korupsi PDAM di Tulungagung Dilimpahkan ke Pengadilan

Nasional korupsi sidang korupsi kasus korupsi pdam
Antara • 27 Oktober 2020 06:47
Tulungagung: Kejaksaan Negeri Tulungagung melimpahkan berkas perkara tersangka DH ke pengadilan. Mantan pejabat Pemkab Tulungagung itu terjerat dugaan korupsi PDAM Tirta Cahya Agung tahun anggaran 2016-2020 dengan nilai kerugian Rp1,359 miliar.
 
"Ini merupakan pelimpahan kedua ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Pelimpahan pertama sudah dilakukan pada 21 September. Selanjutnya dilakukan pelacakan terhadap aset tersangka," kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tulungagung, Agung Tri Radityo, di Tulungagung, Jawa Timur, melansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Sejumlah aset DH berhasil dilacak dan telah disita oleh kejaksaan. Antara lain kendaraan bermotor dan beberapa bidang tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada 24 Oktober ternyata sudah P21 (lengkap). Jadi hari Senin, 26 Oktober 2020 dilakukan penyerahan tersangka," ujar Agung.
 
Atas petunjuk dari jaksa penuntut umum, katanya, tersangka yang awalnya menjadi tahanan kota, kini ditahan di Tahanan Kelas 1 Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selama 20 hari ke depan. Penahanan tersangka didasarkan beberapa pertimbangan, seperti lokasi sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Surabaya.
 
Baca:KPK Ingatkan Gubernur NTB Segera Selesaikan Aset Pemprov Bermasalah
 
Sebelum diberangkatkan ke Surabaya, DH telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas setempat. DH juga telah menjalani rapid tes dengan hasil nonreaktif.
 
"Yang bersangkutan dalam kondisi sehat," katanya.
 
DH terjerat kasus korupsi anggaran perawatan. Modus DH dalam kasus PDAM adalah anggaran dan kegiatan fiktif. Untuk perawatan mobil, DH melakukan mark up biaya perawatan mobil. Tersangka juga memalsukan nota biaya perawatan mobil. Dari praktik perawatan mobil, ditemukan selisih lebih sekitar Rp300 juta.
 
Modus serupa juga untuk kegiatan perawatan pipa. DH melakukan mark up terhadap kegiatan dan pembiayaan tukang. Selisih anggaran mencapai Rp900 juta selama empat tahun lebih dua bulan terakhir.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif