Komisi VIII: IAIN Ternate Butuh Pengembangan Kampus

Gervin Nathaniel Purba 04 Mei 2018 16:29 WIB
berita dpr
Komisi VIII: IAIN Ternate Butuh Pengembangan Kampus
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily (tengah). Foto: Dok. DPR
Ternate: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara membutuhkan pengembangan kampus. Hal ini disebabkan kapasitas ruang belajarnya hanya memungkinkan menerima sekitar 1.150 mahasiswa baru. Sedangkan yang mendaftar sudah sekitar 1.500-an lebih.

Kendala terbatasnya ruang kuliah tersebut menjadi salah satu aspirasi yang diterima Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily saat meninjau Kampus IAIN Ternate. 

“Infrastruktur kampus berupa ruang kuliah, sarana dan prasarana pendukung di IAIN Ternate masih terbatas hingga disiasati waktu perkuliahan harus dimulai dari jam 07.00 pagi sampai jam 23.00 malam,” ujar Ace dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Mei 2018.


Di sisi lain, politisi Partai Golkar ini menambahkan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) mendorong agar IAIN Ternate mampu mencapai target 5.000 mahasiswa, namun akan sulit rasanya target tersebut tercapai jika dukungan sarana dan prasarana belum mencukupi.

“Jika dengan jumlah mahasiswa saat ini sekitar 3.800 saja, sudah penuh ruang kuliah dari jam 07.00 pagi sampai 23.00 malam. Maka untuk menampung 5.000 mahasiswa membutuhkan ruang kuliah tambahan,” kata Ace menjelaskan.

Legislator asal dapil Banten ini mengatakan bahwa IAIN Ternate memiliki fungsi strategis dalam mengembangkan peradaban Islam, mencetak cendekiawan, intelektual, pemimpin muslim yang memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.

“Kedatangan Tim Kunker Komisi VIII DPR RI diharapkan mempermudah dan mempercepat respons dalam mencari solusi berbagai persoalan di IAIN Ternate,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Ternate Samlan Ahmad memaparkan bahwa pihaknya sudah menemukan dan menyiapkan lahan untuk pengembangan kampus dua dan tiga IAIN Ternate seluas 5,5 hektare (ha). Namun hingga saat ini belum memperoleh dukungan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

“Pada 2017 lalu kami memperoleh anggaran Rp25 miliar dan berharap pada 2018 naik menjadi Rp50-Rp100 miliar, agar kami bisa segera mengembangkan kampus dua dan tiga,” ujar Samlan.

Samlan sangat mengharapkan Tim Kunker Komisi VIII DPR RI bisa menjadi jembatan dalam realisasi dukungan sarana dan prasarana kampus IAIN Ternate. “Kampus kami dengan tiga Fakultas dan satu program Pasca Sarjana memiliki visi menjadi perguruan tinggi Islam berbasis riset dalam pengembangan masyarakat kepulauan,” tutur Samlan.

Selain persoalan kapasitas ruang kuliah, terbatasnya SDM baik jumlah dosen maupun kualitasnya juga menjadi sorotan Komisi VIII DPR RI. Dosen Doktor dan S2 baru 25  persen, Guru Besar hanya tiga, sementara yang dua sudah meninggal, dan sisa satunya dikaryakan di Jakarta. Hal ini menjadi faktor tambahan yang menyulitkan pengembangan kampus selama ini.

Turut serta dalam Kunker Komisi VIII DPR RI ke Maluku Utara ini antara lain Diah Pitaloka, Wenny Haryanto, Supriyanto, Siti Mufattahah, Lilis Santika, Ei Nurul Khotimah, dan Achmad Fauzan Harun. 



(ROS)