NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Pemberangkatan Jemaah Umrah di Depok Dijadwal Ulang

Nasional ibadah umrah Virus Korona Coronavirus
Octavianus Dwi Sutrisno • 29 Februari 2020 06:06
Depok: Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Depok, Jawa Barat, Hasan Basri, memastikan para jemaah umrah yang batal berangkat ke Arab Saudi bakal dijadwal ulang. Jemaah tak perlu khawatir gagal berangkat ke Tanah Suci.
 
"Jadi tidak hangus, mereka tetap akan berangkat namun di reschedule (pindah jadwal), hingga Kementerian Arab Saudi mencabut kebijakan tersebut," kata Hasan kepada Medcom.id, Sabtu, 29 Februari 2020.
 
Hasan mengaku telah menyosialisasikan kebijakan pemerintah Arab Saudi terkait penundaan sementara penerimaan jemaah umrah yag dipicu wabah virus korona (Covid-19). Hasan menyebut seluruh biro perjalanan umrah dan haji maupun jemaah di Depok bisa memahami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita langsung memberikan pemberitahuan kepada travel penyelenggara perjalanan umrah dan haji. Semuanya siap dan bertanggung jawab, terhadap para jemaah yang belum berangkat," ucap Hasan.
 
Baca: Reschedule Pemberangkatan Jemaah Umrah untuk Cegah Kerugian
 
Hasan menuturkan ada 3.600 hingga 4.000 jemaah menunaikan umrah ke Tanah Suci dalam setahun. Para jemaah pun diminta tidak panik dan galau, pasalnya kebijakan penundaan umrah tersebut memang murni karena pengawasan virus korona.
 
"Daripada nantinya terkena penyakit, lebih baik ikuti aturan menteri haji dan umrah dari Saudi Arabia," terangnya.
 
Tatang, salah satu jemaah umrah asal Depok legawa tertunda keberangkatannya. Tatang mengaku mendapat informasi kalau penerimaan jemaah umrah dibuka kembali Arab Saudi pada 14 Maret 2020.
 
Tatang sedikit bercerita. Ia mengaku beruntung lantaran kebijakan itu keluar sebelum dirinya berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Sementara, jemaah lain yang sudah tiba malah diimbau pulang.
 
"Sebagian teman sudah jalan, tapi enggak bisa masuk akhirnya pulang lagi ke Depok. Sejauh ini kami jemaah, masih komunikasi dengan pihak travel umrah,"kata Tatang.
 
Tatang berharap koordinasi antara pemerintah Indonesia dengan Kedutaan Arab Saudi lebih intensif. Ini guna menghindari kebijakan mendadak dari kedua neara.
 
"Sekarang bisa kita rasakan, bagaimana dengan mereka (jemaah) yang terlanjur berangkat dan sudah transit di bandara. Tetap saja, mereka tidak akan bisa masuk ke Mekkah karena kebijakan yang sudah dikeluarkan Arab Saudi," ungkap Tatang.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif