NEWSTICKER
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

DIY Tanggap Darurat Hadapi Virus Korona

Nasional Virus Korona
Ahmad Mustaqim • 20 Maret 2020 16:28
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menetapkan status tanggap darurat menangani penyebaran virus korona. Penetapan itu diwujudkan dengan Surat Keputusan bernomor 65/KEP/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Coronavirus Desiase 2019 (Covid-19) itu ditandatangani 20 Maret 2020.
 
Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Kadarmanta Baskara Aji , menjelaskan surat itu menjadi salah satu keseriusan pemerintah untuk menangani virus korona. Ada sejumlah hal yang mengharuskan penetapan status tersebut.
 
“Jadi itu bagian dari keseriusan Pak Gubernur dan seluruh masyarakat DIY bahwa dalam rangka untuk mencegah, mengatasi penularan, dan penyebaran virus korona, maka formalitasnya Pak Gubernur menyatakan kalau DIY tanggap darurat,” kata Kadarmanta dihubungi, Jumat, 20 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pasien Positif Korona Jadi 360 Orang, 32 Meninggal
 
Ia mengungkapkan, status tanggap darurat salah satunya untuk bisa menggerakkan berbagai unsur pemerintahan bisa bekerja maksimal. Selain itu, sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat juga diharapkan bisa terlibat dalam upaya pencegahan.
 
“Kalau ada kesulitan alat-alat, kesulitan ruang isolasi, dan lain-lain, dengan status tanggap darurat Pak Gubernur lebih mudah untuk mengerahkan sumber daya yang ada,” jelasnya.
 
Keluarnya status tanggap darurat itu diharapkan akan mempercepat upaya pencegahan penyebaran virus. Pihaknya meminta bupati/wali kota bisa menindaklanjuti di wilayahnya.
 
Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, status tanggap darurat itu berlaku hingga 29 Mei 2020. Ia mengatakan surat itu dikeluarkan dengan pertimbangan penyebaran virus korona yang sudah menginfeksi sejumlah warga.
 
“Perlu langkah-langkah lebih massif dan intensif untuk mencegah terjadinya penularan. Kondis penyebaran covid-19 di DIY ini kan impor (dari luar daerah),” ungkap Kepala Pelaksana BPBD DIY ini.
 
Ia menyatakan petugas teknis di lapangan perlu sejumlah peralatan untuk bekerja. Surat keputusan itu, katanya, akan menjadi dasar memudahkan mengakses anggaran. Sementara, anggara darurat yang disediakan sekitar Rp14,8 miliar. Jumlah ini akan bertembah menyusul pemetaan kebutuhan penanganan di lapangan.
 
“Kemudahan peralatan, APD (alat pelindung diri), masker, dan kebutuhan lain banyak. Daerah lain juga memiliki kebutuhan sama. Perlu langkah-langkah lebih stategis untuk melakukan itu, termasuk penyusunan kebutuhan anggaran,” kata dia.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif