Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Stimulus untuk UMKM Berbuah Manis

Nasional Virus Korona bisnis online UMKM
Ahmad Mustaqim • 03 Juli 2020 16:07
Yogyakarta: Transaksi penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp480 juta selama periode Mei 2020. Upaya Dinas Koperasi dan UMKM DIY memberikan stimulus untuk menggerakkan perekonomian masyarakat yang kesulitan selama pandemi berdampak positif.
 
"Sejak Mei hingga sekarang, (nilai transaksi UMKM) hampir setengah miliar. Itu menggerakkan ekonomi 60 kali lipat saat pandemi," kata Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Wisnu Hermawan, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Wisnu menjelaskan pemerintah memberikan sejumlah stimulus bantuan untuk UMKM. Mulai dari bebas ongkos kirim, fasilitas pemasaran di situs daring, hingga rencana memperluas jaringan pengiriman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pemerintah telah mengucurkan dana sekitar Rp80 juta sebagai bantuan biaya pengiriman produk UMKM. Pengiriman juga menggandeng penyedia layanan pengiriman seperti GoJek dan Grab untuk radius pengiriman maksimal 30 kilometer.
 
"Ojek online kami pilih karena mereka juga terdampak covid-19. Karyawan libur, mahasiswa libur. Setidaknya ojol ada pemasukan. Ada multiplayer effect," kata dia.
 
Baca juga:Klaster Unilever Bikin Kasus Covid-19 di Bekasi Melonjak Lagi
 
Menurut Wisnu, pemerintah juga menyediakan media promosi bagi UMKM melalui aplikasi Jogja Kita dengan memilih menu Si Bakul. Pada sistem itu, ada sekitar 370 dari total 40 ribu UMKM di DIY.
 
Namun UMKM yang bergabung harus memenuhi sejumlah kriteria dan persyaratan. "Semua UMKM (yang bergabung) harus memenuhi standar keamanan pencegahan covid-19. Ada proses penyaringan dulu," ungkapnya.
 
Pihaknya mempersilakan UMKM yang belum terdaftar di aplikasi ikut bergabung. Selain aplikasi, ada pula grup whatsapp sebagai media bisnis UMKM.
 
Lebih lanjut, kata Wisnu, pemerintah akan menambah dana stimulus hingga Rp100 juta per bulan. Jika status tanggap darurat selesai pada akhir Juli, skema pendanaan akan menggunakan mekanisme pengajuan anggaran.
 
"Rencana kami akan menggandeng mitra lain, seperti pos dan JNE, biar UMKM di pelosok, seperti Semin, Tepus (perbatasan Gunungkidul), Kalibawang, Samigaluh (perbatasan Kulon Progo) bisa ikut menjangkau. Grab dan Gojek hanya wilayah perkotaan," jelas dia.
 

(MEL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif