Pasar tradisional. Foto : AFP.
Pasar tradisional. Foto : AFP.

Sejumlah Pasar Tradisional di Jateng Ditutup Sementara

Nasional Virus Korona
Media Indonesia • 04 Juni 2020 17:29
Semarang: Sejumlah pasar tradisional Jawa Tengah menjadi klaster penyebaran covid-19 (korona). Dari itu sejumlah pasar ditutup sementara, Satpol PP pun disiagakan mengawasi protokol kesehatan di pasar yang beroperasi.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo memuji langkah tegas Pemkot Semarang yang menutup sementara operasional pasar, yang ditemukan kasus penularan covid-19. Pengelolaan pasar tradisional ada di tangan pemerintah kabupaten/kota.
 
"Kalau diperankan kami (Dinas Perdagangan) saja, tidak bisa. Karena jumlah pasar banyak petugas terbatas. Terakhir rapat dengan kabupaten dan kota, kita minta libatkan Satpol PP sebagai penegak peraturan, karena ada surat dari mendagri itu untuk pelibatan Satpol PP dan Linmas (pelindung masyarakat)," ujar Arif, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelibatan itu, menurut Arif penting untuk memastikan pedagang dan pembeli patuh terhadap protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menjaga jarak antar individu. Menurutnya, beberapa pasar seperti di Salatiga dan Demak bisa menerapkan jarak antarpedagang.
 
Kebijakan itu, dilakukan sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota sejak bulan April 2020. Hal serupa diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng Yulianto Prabowo. Menurutnya, penutupan sementara operasional pasar tradisional merupakan bentuk penyekatan penularan.
 
Baca:Pemkab Jepara Matangkan Persiapan New Normal
 
"Inilah kemudian yang harus menjadi kesadaran, baik pedagang maupun pembeli agar mau menerapkan protokol kesehatan. Sampai kapan itu akan dibuka, ya sampai antar pembeli dan pedagang sepakat untuk kemudian memakai masker dan menjaga jarak," ujarnya.
 
Seperti diketahui, beberapa wilayah di Jateng, seperti Kota Semarang dan Kabupaten Jepara, kasus penularan covid-19 terjadi di pasar tradisional. Di ibukota Jateng Semarang, ada tiga pasar yang ditutup sementara yaitu di Pasar Prembaen, Pasar Karimata dan Pasar Jati Banyumanik (Rasamala).
 
Pemkot Semarang melakukan penutupan sementara pasar tradisional tersebut, hingga Minggu, 7 Juni 2020. Selama ditutup, dilakukan sterilisasi. Di Kabupaten Jepara, tercatat covid-19 menjangkiti dua pedagang di dua pasar. Mereka adalah pedagang yang berjualan di Pasar Satu Jepara dan Pasar Karangaji, Kecamatan Kedung.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Ratib Zaini, mengaku belum akan melakukan penutupan operasional pasar tradisional. Namun, pihaknya lebih memilih untuk menyiagakan petugas keamanan.
 
"Kita terapkan physical distancing ke 11 pasar tradisional di Jepara, kewajiban memakai masker dan cuci tangan. Kalau nanti untuk new normal nanti, kita minta bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut menjaga sesuai edaran dari kemendag," kata Ratib.

 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif