Ayah Aldama Putra, Daniel Pongkala, di rumah duka, Kabupaten Maros, Kamis 7 Februari 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Ayah Aldama Putra, Daniel Pongkala, di rumah duka, Kabupaten Maros, Kamis 7 Februari 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Keluarga Yakin Penganiaya Aldama Tak Satu Orang

Nasional pembunuhan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syawaluddin • 07 Februari 2019 20:03
Makassar: Kepolisian telah menetapkan Rusdi, 21, siswa tingkat dua Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), tersangka penganiayaan hingga Aldama, 19, meninggal. Keluarga korban tidak percaya jika penganiayaan hanya dilakukan satu orang.
 
"Saya tidak yakin kalau anak saya hanya dipukul satu orang," kata Ayah Aldama, Daniel Pongkala, di rumah duka Kompleks AURI Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Kamis, 7 Februari 2019.
 
Anak semata wayangnya tersebut tidak akan berujung nahas jika yang melakukan kekerasan hanya Rusdi seorang. Sebab, Aldama sejak kecil belajar bela diri dan sudah sabuk hitam. Anaknya itu pasti tahu cara menahan pukulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi dia tahu bagaimana cara mengurangi rasa sakit," jelasnya.
 
Aldama meninggal dunia setelah dianiaya seniornya karena dianggap telah melanggar aturan. Menurut informasi, Aldama dihukum fisik di dalam kamar lantai tiga asrama. Sementara, dalam satu kamar ada sekitar sepuluh taruna.
 
"Kemana yang sembilan orang saat anak saya dipukuli," ungkapnya.
 
Keluarga korban saat ini masih berharap polisi menegakkan hukum ada keadilan atas kematian anak semata wayangnya itu.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif