Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

BPJS Kesehatan Menunggak Rp13 Miliar ke RSUD Balaraja

Nasional BPJS Kesehatan
Hendrik Simorangkir • 02 November 2019 20:30
Tangerang: BPJS Kesehatan menunggak pembayaran sekitar Rp13 miliar ke RSUD Balaraja. Akibat tunggakkan tersebut RSUD terpaksa harus mengutang pembelian obat-obatan lantaran kekurangan biaya operasional.
 
Kepala Bagian Keuangan RSUD Balaraja Ida, mengatakan BPJS Kesehatan belum membayar tunggakan tersebut terhitung pada periode Juni-Agustus 2019. Sementara untuk September dan Oktober pihaknya belum mengajukan klaim.
 
"Tunggakan BPJS sampai Rp13 miliar itu untuk semua tindakan pasien rawat inap, rawat jalan, cuci darah, operasi serta obat-obatan," kata Ida saat dikonfirmasi, Sabtu, 2 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ida menjelaskan pada 2018 pembayaran BPJS terbilang normal dan hanya menunggak selama dua bulan, namun untuk pada 2019 pembayaran mengalami keterlambatan sampai tiga bulan. RSUD Balaraja sendiri sudah mengajukan penagihan secara normatif melalui surat dan belum ada jawaban dari BPJS Kesehatan hingga kini.
 
"Penagihan secara normatif satu kali dihubungi, kita menayakan ada enggak pembayaran yang mau masuk," jelas Ida.
 
Sementara Kepala Sub Bagian Perbendaharaan Keuangan RSUD Balaraja, Muhammad Sobari Adnan, menuturkan keterlambatan pembayaran BPJS tentunya sangat berdampak bagi operasional RSUD Balaraja, karena pembayaran dari BPJS tersebut merupakan salah satu pendapatan rumah sakit.
 
"Pendapatan dari BPJS itu sebagian dari cash flow kita kan untuk operasional rumah sakit, jadi cukup terdampak ketika BPJS terlambat membayar. Untuk pelayanan ke pasien tidak ada dampak, intinya apa yang dilakukan mau dibayar cepat atau lambat (BPJS) sama saja," jelas Adnan.
 
Menurutnya salah satu operasional yang terhambat adalah pembayaran obat terhadap pihak ketiga, dan pihaknya juga terpaksa harus berutang dahulu atau menunda pembayaran.
 
"Walaupun komitmen kita tidak boleh punya utang ke orang tapi kan cash flow itu harus kita jaga juga, kita juga tidak bisa telat membayar gaji. Selama satu bulan biaya operasional di rumah sakit ini tentative tapi rata-rata itu Rp5 miliar per bulan," ungkap Adnan.
 
Kendati demikian RSUD Balaraja memastikan jika pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS tetap maksimal dan gaji karyawan di RSUD Balaraja juga tetap diupayakan tidak ada keterlambatan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif