Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas. (Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim)

Yunahar Ilyas tak Haus Kekuasaan

Nasional obituari
Ahmad Mustaqim • 03 Januari 2020 12:18
Yogyakarta: Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menyebut, Yunahar Ilyas bukan orang yang haus akan kekuasaan. Setiap tawaran jabatan yang masuk, Yunahar tak pernah langsung mengiyakan.
 
"Beliau (Yunahar) memiliki kemampuan intuitif untuk bersikap hati-hati dalam menerima tawaran apa pun. Tidak serta Merta menerima," ujar Busyro, di PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta, Jumat, 3 Januari 2020.
 
Menurut Busyro, sikap kehati-hatian Yunahar merupakan bentuk rasa takwa. Berpikir sebelum bertindak selalu diterapkan almarhum semasa hidup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Refleksi kehidupannya yang sederhana tapi kaya dengan spiritualitas dan keteladanan," ujar mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
 
Karakter mawas diri Yunahar, kata Busyro, terbentuk sejak usia muda. Yunahar merupakan salah satu ulama Muhammadiyah yang senantiasa menjaga martabat dan muruah.
 
"Sosok seperti almarhum Yunahar adalah salah satu modal spiritual yang ke depan sangat dipentingkan ketika bangsa ini sedang mengalami penurunan degradasi spiritualitas," jelasnya.
 
Ketua Muhammadiyah Yunahar Ilyas wafat pada Kamis, 2 Januari 2019, pukul 23.47 di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Yunahar meninggal karena komplikasi Diabetes Melitus (DM).
 
Usai salat Jumat, almarhum rencananya akan disalatkan kemudian dikebumikan di kompleks pemakaman Karangkajen, Yogyakarta.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif