Tugu Kujang di Kota Bogor, Jawa Barat. (ANT/Yulius Satria Wijaya)
Tugu Kujang di Kota Bogor, Jawa Barat. (ANT/Yulius Satria Wijaya)

Kajian Bogor Raya Dinilai Munculkan Potensi Daerah

Nasional Pemekaran Bogor Raya
Rizky Dewantara • 16 Januari 2020 14:51
Bogor: Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University, Ernan Rustiadi, memaparkan hasil kajian pengembangan wilayah Provinsi Bogor Raya. Kajian ini bertujuan untuk memahami posisi dan peran Kota Bogor dalam konteks Jabodetabek dan Mega Urban Jawa Barat.
 
"Jika mampu meningkatkan daya tariknya, Bogor Raya dapat mengakses peluang pasar dari konsumen dengan potensi dari masa dengan tingkat pendapatan relatif menengah tinggi," kata Ernan di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Ernan menjelaskan Kota Bogor dan wilayah Bogor Raya berada di kawasan yang tengah mengalami pertumbuhan cukup pesat membentuk Mega Urban Region, pusat aglomerasi penduduk, dan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun pada saat yang sama kawasan ini tengah mengalami degradasi dan berbagai ancaman bencana lingkungan," jelas Ernan.
 
Ernan menyebut dalam skala regional industri pariwisata, wilayah Bogor Raya unggul dalam industri manufaktur, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), pertambangan dan galian regional serta pertanian.
 
"Bogor Raya memiliki keunggulan sebagai kota MICE dan sektor properti. Artinya wilayah Bogor Raya itu sering dipake instansi untuk meeting, rapat dan lain-lain," ungkap Ernan.
 
Menurut Ernan Kota Bogor mengalami pertumbuhan ekonomi yang relatif tertinggi dan berkualitas (IPM, tingkat kemiskinan). "Tapi sayangnya disertai tingkat pengangguran terbuka dan ketimpangan yang tinggi juga," pungkas Ernan.
 
Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan kajian ini merupakan riset pendahuluan yang kaya data dan sangat penting. Menurut Bima penelitian ini diarahkan untuk pemetaan kawasan Bogor Raya berikut antisipasi mengikuti tren yang ada.
 
"Ini adalah bagian awal dan selanjutnya akan dipaparkan yang fokus berkaitan secara administratif, kewenangan kepala daerah, karena banyak sekali potensi yang bisa digali," kata Bima.
 
Bima kembali mengatakan hasil kajian ini bisa mengetahui tren perkotaan atau urbanisasi dan kawasan kumuh, sehingga Pemkot Bogor bisa mengintervensi langsung.
 
"Rencana pemindahan Ibu Kota dapat disimpulkan dalam kajian ini bahwa Kota Bogor dapat dikatakan sebagai kota yang mandiri dengan berbagai potensi yang dimilikinya, karakter dan lainnya. Apalagi sektor jasa dan properti terus berkembang di Kota Bogor," pungkas Bima.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif