Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau SMK Muhammadiyah 2 Malang. (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau SMK Muhammadiyah 2 Malang. (Foto: Dok. Humas Pemkot Malang)

Wali Kota Malang Evaluasi Izin Motivator

Nasional Kekerasan di Sekolah
Daviq Umar Al Faruq • 20 Oktober 2019 09:44
Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan jika pihaknya bakal memantau segala perizinan dari seluruh lembaga motivator yang ada di wilayahnya. Pengawasan dilakukan pascapenganiayaan yang dilakukan oleh motivator, Agus Setyawan terhadap sepuluh pelajar SMK Muhammadiyah 2 Malang, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
"Izin-izinnya nanti akan kami kumpulkan. Karena sekarang muncul banyak motivator-motivator," kata Sutiaji saat dikonfirmasi, Sabtu, 19 Oktober 2019.
 
Sutiaji menjelaskan motivator seharusnya bertugas untuk memberikan motivasi. Sehingga peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh seorang motivator tersebut diakuinya kontradiktif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Motivator harusnya memotivasi, ada nilai-nilai kesabaran dan nilai-nilai moral yang disampaikan. Membangkitkan sesuatu yang tidak punya potensi jadi punya potensi. Justru ini kan mengebiri dan membunuh embrio kebaikan yang dimiliki siswa. Ini kan seakan-akan kontradiktif," jelas Sutiaji.
 
Menurut Sutiaji kedepannya seluruh lembaga motivator di Kota Malang bakal diwajibkan memiliki sertifikasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Bahkan sekolah yang ingin mengundang motivator pun diminta untuk sepengetahuan Dinas Pendidikan.
 
"Nanti sekolah-sekolah juga saya kira harus sepengetahuan Disdik. Ketika mau undang, harus informasikan. Motivator-motivatornya ini bener atau tidak, terus track recordnya bagaimana. Itu jadi PR kami," ungkap Sutiaji.
 
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti, menegaskan setiap sekolah kedepannya harus lebih selektif lagi saat mengundang pihak eksternal. Tidak hanya motivator, namun juga untuk seluruh pengisi kegiatan sekolah.
 
"Sebenernya dia (Motivator Agus Setyawan) itu sering dipakai di sekolah-sekolah. Seperti SMK 11 dan SMK 8. Banyak testimoninya juga," pungkas Sutiaji.
 
Sebelumnya Agus Setyawan motivator asal Kota Malang, Jawa Timur diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Hukuman itu didapatnya setelah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap sepuluh pelajar SMK Muhammadiyah 2 Malang, Kamis 17 Oktober 2019 lalu.
 
Atas perbuatannya, Agus dijerat dengan pasal 80 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 351 KUHP.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif