Kanit PPA Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiarsih di Tulungagung. ANTARA/HO - Joko Purnomo
Kanit PPA Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiarsih di Tulungagung. ANTARA/HO - Joko Purnomo

Oknum Guru Ngaji Cabul di Tulungagung Hanya Dikenai Wajib Lapor

Nasional pencabulan pelecehan seksual pencabulan anak
Antara • 16 November 2021 06:10
Tulungagung: Polres Tulungagung memastikan oknum ustaz atau guru ngaji NK yang dituduh cabul terhadap beberapa santriwatinya, kini telah diperiksa dan dikenai wajib lapor selama dua kali dalam setiap pekan, yakni pada Selasa dan Kamis.
 
"Demi kelancaran penyidikan, saksi terlapor kami wajibkan absen tiap Selasa dan Kamis ke Mapolres Tulungagung," kata Kanit Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiarsih, Senin, 16 November 2021.
 
NK dinilai bersikap kooperatif dengan penyidik. Namun dalam keterangannya saat dilakukan pemeriksaan, ia membantah sebagian besar keterangan saksi korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keterangan terlapor, dia tidak melakukan apa yang disampaikan oleh murid-muridnya," kata Retno.
 
Menurut dia, terlapor NK berdalih tindakannya semata bertujuan mengarahkan gerakan salat para santriwati. Terlapor mengaku hanya menyentuh pantat dan paha korban.
 
Baca juga: Antispasi Banjir, Pemkot Madiun Siagakan Tujuh Mesin Pompa Air
 
"Kayak sujud atau rukuk memang dia memegang bagian pantat untuk mengarahkan gerakan salat," terangnya.
 
Hingga saat ini sudah ada sembilan orang diperiksa sebagai saksi, termasuk terduga pelaku, korban, serta pelapor.
 
"Sembilan orang itu terdiri dari satu pelapor, satu korban, enam saksi yang terdiri dari tiga anak-anak dan tiga orang dewasa, serta terlapor sendiri," paparnya.
 
Dari hasil pemeriksaan pihaknya masih melakukan pendalaman lantaran ada perbedaan antara keterangan korban dan terlapor. Terlapor membantah telah melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.
 
Sebelumnya, oknum guru ngaji berinisial NK dilaporkan ke polisi pada Jumat, 22 Oktober 2021, karena diduga telah melakukan pencabulan kepada santriwati. Tindakan pelecehan itu informasinya beberapa kali terjadi saat mengaji dan latihan salat.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif