NEWSTICKER
Polisi mengevakuasi seorang manula yang terjebak banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: MI/Akhmad Safuan)
Polisi mengevakuasi seorang manula yang terjebak banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: MI/Akhmad Safuan)

Pekalongan Nyatakan Status Darurat Bencana

Nasional bencana banjir
Akhmad Safuan • 21 Februari 2020 12:30
Pekalongan: Pemerintah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan wilayahnya berstatus darurat bencana. Penetapan status dilakukan setelah 2.320 rumah warga di tujuh wilayah tersebut terendam banjir.
 
Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti mengatakan sebanyak 3.576 jiwa yang terdampak banjir telah mengungsi.
 
"Kita nyatakan darurat bencana hingga akhir Februari dan bisa diperpanjang sesuai kondisi," kata Arini, Jumat, 21 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memerinci di Kabupaten Pekalongan, jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 2.320 unit dan tersebar di sembilan desa. Antara lain, di Desa Mejasem, Kecamatan Siwalan, sebanyak 257 rumah yang dihuni 367 keluarga. Kemudian di Desa Tengenwetan sebanyak 556 rumah dengan 1.000 keluarga, dan Desa Sipait sebanyak 130 rumah yang dihuni 130 keluarga.
 
Selanjutnya di Kecamatan Tirto yakni Desa Pucung sebanyak 60 rumah dan dihuni 122 keluarga; Desa Sambirejo, 110 rumah yang dihuni 121 keluarga; Desa Pacar sebanyak 632 rumah dan dihuni 990 keluarga; Desa Karangjompo 300 rumah, dihuni 491 keluarga; dan Desa Tegaldowo 255 rumah, dihuni 325 keluarga; serta di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, sebanyak 20 rumah yang dihuni 30 keluarga.
 
Khusus banjir di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, warga terpaksa mengungsi lantaran ketinggian air mencapai satu meter.
 
"Ada 240 jiwa mengungsi di Masjid Dupatek, namun untuk desa lain meskipun terendam masih dapat dihuni," imbuhnya.
 
Mengatasi kondisi tersebut, ujar Arini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum. Sedangkan bantuan logistik baik itu makanan dan obat-obatan terus disalurkan ke korban bencana.
 
Penetapan darurat bencana juga dilakukan Pemkot Pekalongan. Wakil Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, pihaknya akan menggunakan dana cadangan untuk keperluan penanganan banjir, yakni membuka dapur umum dan tindakan tanggap darurat.
 
"Status darurat bencana berlaku hingga Kamis, 27 Februari 2020, melalui SK Wali Kota Pekalongan hingga dapat mengeluarkan dana cadangan untuk penanganan banjir," kata Djunaid.
 
Bantuan untuk korban bencana, lanjut Djunaid, seperti obat-obatan, makanan, popok untuk bayi, dan selimut terus didisitribukan kepada warga di pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah-rumah.
 
"Posko bencana kita pusatkan di kawasan Stadion Hoegeng," imbuhnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif