Arsudin, 55, warga Susukan Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. (Foto: ANTARA/Mansyur Suryana)
Arsudin, 55, warga Susukan Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. (Foto: ANTARA/Mansyur Suryana)

Korban Banjir Lebak Masih Bertahan di Tenda Pengungsian

Nasional bencana alam
Antara • 10 Februari 2020 19:28
Lebak: Korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, sudah satu bulan lebih bertahan di tenda pengungsian. Belum adanya kejelasan pembangunan hunian sementara (huntara) dari pemerintah setempat memaksa warga bertahan.
 
"Kami belum mengetahui harus tinggal di mana pascabencana alam itu," kata Arsudin, 55, warga Susukan Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Senin, 10 Februari 2020.
 
Rumah masyarakat Kampung Susukan dan Bolang Kecamatan Sajira luluh lantak diterjang banjir bandang dan longsor. Puluhan rumah bahkan rusak berat, hanyut, dan hilang terbawa bah. Tak terkecuali rumah milik Arsudin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, masyarakat yang terdampak bencana alam itu terpaksa tinggal di huntara hasil tangan relawan. Sejumlah warga tinggal di tenda pengungsian bersama anggota keluarga yang selamat dari banjir bandang.
 
"Kami merasa bingung jika tinggal di tenda pengungsian dengan waktu lama, karena kondisi tempat tinggal seperti itu tidak layak," lanjut Arsudin.
 
Senada, warga Seupang Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Alamat, 60, mengaku tinggal di tenda pengungsian yang dibuat dari terpal dan plastik bersama 290 penyintas lainnya.
 
Ia mengatakan jika hujan tiba, tenda bocor dan tak tahan terhadap cuaca dingin pada malam hari. Pun di siang hari ia kegerahan ketika berlama-lama di dalam tenda.
 
"Kami tinggal dengan anak dan cucu di tenda pengungsian itu tentu tidak nyaman," ungkapnya.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan, warga terdampak banjir bandang dan longsor masih bertahan di tenda maupun posko sebab pembangunan huntara belum dilaksanakan.
 
Namun, menurut Kaprawi, lokasi tenda pengungsian maupun posko pengungsian berada di lokasi aman dari ancaman bencana alam.
 
"Kami minta warga pengungsi bersabar. Pemerintah bekerja keras agar mereka bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana banjir dan longsor," jelasnya.
 

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif