Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat meninjau kesiapan new normal di Bekasi.
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat meninjau kesiapan new normal di Bekasi.

Jawa Barat Tak Direkomendasikan Terapkan New Normal

Nasional Virus Korona New Normal
P Aditya Prakasa • 01 Juni 2020 13:50
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini telah menetapkan 60 persen atau 15 daerah wilayahnya diizinkan untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal. Namun, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat tidak merekomendasikan Jawa Barat sebagai wilayah yang diizinkan menerapkan AKB atau new normal.
 
Berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas, melalui akun Twitter, @BNPB-Indonesia, gugus tugas mengeluarkan 102 nama daerah untik penerapan new normal. Jawa Barat tidak termasuk salah satu provinsi yang direkomendasikan.
 
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Berli Hamdani, mengatakan Provinsi Jawa Barat mengakui wilayahnya tidak masuk ke daftar yang diizinkan untuk penerapan new normal. Alasannya masih ada tambahan kasus positif covid-19 per harinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang tidak ada yah. BNPB hanya melihat (daerah) yang ada tidaknya kasus konfirmasi positif," kata Berli‎ saat dihubungi, Senin 1 Juni 2020.
 
Baca:Pemkot Depok Terapkan PSBB Proporsional Menuju New Normal
 
Menurut Berli, kebijakan new normal yang sebelumnya diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih bersifat rekomendasi. Namun hal itu bisa terealisasi apabila ada persetujuan dari kepala daerah masing-masing.
 
"Pemprov hanya merekomendasikan saja.‎ Untuk yang 15 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang diizinkan untuk AKB tergantung kepala daerahnya masing-masing," kata Berli.
 
Dia pun mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tetap disiplin untuk mencegah penyebaran covid-19. Berli tetap mengimbau hal tersebut meski ada daerah yang dapat menjalankan serta menerapkan new normal atau AKB.
 
"Displin untuk mempraktekan AKB ini.‎ Sehingga diharapkan tidak terjadi euforia new normal," ucap dia.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif