Barang bukti sabu yang disita BNN. ISTIMEWA
Barang bukti sabu yang disita BNN. ISTIMEWA

Penyeludupan 50 Kg Sabu Jaringan Malaysia Digagalkan

Nasional narkoba sabu narkotika
Medcom • 14 Juni 2020 13:59
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan total 50 kilogram sabu. Puluhan kilogram sabu itu dari dua tersangka, merupakan jaringan Malaysia.
 
"Ada dua kali penangkapan, pertama di Bagansiapiapi, Riau, dan kedua di Perairan Tanjung Leban, Dumai," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Minggu, 14 Juni 2020.
 
Jenderal bintang dua itu mengungkap, pihaknya menyita 20 kilogram sabu saat penangkapan di Bagansiapiapi. Kemudian menyita sebanyak 30 kilogram sabu di Perairan Tanjung Leban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total tersangka empat orang," imbuhnya.
 
Baca:Kurir Sabu 79 Kilogram di Sumsel Divonis Mati
 
Arman menerangkan pihaknya mendapat informasi dari masyarakat perihal penyelundupan barang terlarang itu. Narkotika itu diselundupkan dari Malaysia ke Bagansiapiapi menggunakan kapal nelayan.
 
Narkotika itu diterima di tengah lautan dan dibawa, kemudian disimpan di sebuat gudang sebelum didistribusikan ke pemesan. Dia mengungkap narkorika jenis sabu itu akan dikirim di depan hotel, setelah itu BNN melakukan penyergapan pada Sabtu, 13 Juni 2020, dan menangkap dua tersangka.
 
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, di dalam mobil ditemukan dua karung plastik berisi 20 bungkus narkotika jenis sabu kemasan berwarna kuning keemasan (gold)," ungkapnya.
 
Selanjutnya, pada hari yang sama, pukul 14.00, pihaknya bersama Bea Cukai Dumai menyita 30 kilogram sabu dengan kemasan warna hijau dan kuning. Sebanyak dua tersangka ditangkap.
 
"Total barang bukti yang disita 50 kilogram dengan tersangka empat orang," ungkapnya.
 
Tersangka yang ditangkap yakni M Ridwan, Aria Suanto, Rio S, dan Yusuf. Sementara itu, barang bukti yang disita yakni 50 bungkus sabu seberat 50 kilogram, satu unit mobil, dan satu unit kapal.
 
"Saat ini tengah dilakukan pengembangan," tukasnya.

 

(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif