Pemerintah telah memutuskan untuk memulangkan WNI yang diobservasi kesehatannya terkait virus Covid-19 di Natuna, Kepulauan Riau yang dijadwalkan pada Sabtu, 15 Februari 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pemerintah telah memutuskan untuk memulangkan WNI yang diobservasi kesehatannya terkait virus Covid-19 di Natuna, Kepulauan Riau yang dijadwalkan pada Sabtu, 15 Februari 2020. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Dinkes Jatim Imbau Warga Tetap Waspada Korona Usai Karantina

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 14 Februari 2020 19:18
Surabaya: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menghimbau warganya yang baru mengikuti karantina Natuna, Kepulauan Riau, untuk sementara tidak kumpul dengan banyak orang. Permintaan ini sebagai bentuk kewaspadaan dan langkah antisipasi terhadap virus korona covid-19 yang mewabah di Tiongkok.
 
"Meskipun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan sudah dua kali inkubasi, dan Insyaallah aman, tapi kita harus tetap waspada," kata Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana, di Surabaya, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Herlin mengatakan ada 65 warga Jatim akan pulang ke daerah asalnya setelah menjalani karantina selama 14 hari. Rencananya mereka akan pulang ke Jatim pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Herlin memastikan mereka pulang dengan kondisi sehat dan tidak terinfeksi virus yang telah menewaskan ribuan orang di belahan dunia tersebut. Ini diketahui setelah mereka dua kali menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau.
 
"Kita tidak usah khawatir lagi. Karena yang bersangkutan tidak muncul gejala selama dua kali masa inkubasi itu. Jadi, mereka sudah dipastikan tidak terjangkit virus," jelas Herlin.
 
Herlin kembali mengingatkan bahwa Jatim sudah melakukan kewaspadaan mewabahnya virus sejak awal Januari 2020 lalu. Salah satu kewaspadaan yang dilakukan yaitu mewajibkan pemeriksaan body thermal scanner di Bandara, pemantauan fisik, hingga mekanisme isolasi bagi masyarakat yang terindikasi terjangkit.
 
Dari 65 warga Jatim itu, sebanyak tiga orang dari Sidoarjo, Surabaya 34 orang, Kediri empat orang, Lamongan dua orang, Lumajang empat orang, Malang tujuh orang, Probolinggo tiga orang, dan Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pamekasan, dan Ponorogo, masing-masing satu orang.
 
"Saya sekarang masih terus mendata nama-nama orang-orang itu. Semoga bisa lebih spesiifik daerahnya mana," pungkas Herlin.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif