Warga menyaksikan aliran air dari Bendungan Bili-bili di Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2019). ANTARA FOTO/Yusran Uccang.
Warga menyaksikan aliran air dari Bendungan Bili-bili di Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2019). ANTARA FOTO/Yusran Uccang.

Korban Meninggal Banjir dan Longsor di Gowa Bertambah

Nasional bencana longsor bencana banjir
ant • 24 Januari 2019 14:10
Gowa: Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor bertambah menjadi 20 orang.
 
"Hari ini, per tanggal 24 Januari, pukul 11.00 Wita, ditemukan lagi delapan orang. Jadi total sudah 20 yang ditemukan," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Dia mengatakan hari pertama musibah bencana alam atau pada Selasa, 22 Januari ditemukan enam orang korban meninggal dunia. Hari kedua setelah meluapnya sungai Jeneberang, Rabu, 23 Januari kembali ditemukan lima orang meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan longsor serta ditambah satu lagi, sehingga total semuanya menjadi 12 orang korban meninggal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil pencarian oleh tim evakuasi, kembali menemukan delapan orang korban meninggal dunia di Kecamatan Bungaya. Delapan korban meninggal dunia yakni, Daeng Tola, Daeng Bola, Hamsar, Andri, Daeng Jarung, Hj Naha, H Saeni dan Daeng Leo.
 
Ia mengatakan korban meninggal dunia yang berhasil didata oleh tim penanggulangan bencana di lapangan pada hari pertama yakni, Daeng Sadda, 65, warga Kecamatan Manuju, Lina, 30, juga warga Kecamatan Manuju.
 
Kemudian bocah perempuan Ulfa berumur tiga tahun, Sri Wahyuni, 11dan Acce, 21, yang semuanya adalah warga Kecamatan Manuju, menjadi korban akibat longsor.
 
Sedangkan lima korban sebelumnya yakni, bocah Akram Al Yusran, 3, warga Pangkabinanga, Rizal Lisantrio, 48, warga BTN Batara Mawang karena tersengat listrik, Sarifuddin Dg Baji, serta seorang bayi yang belum teridentifikasi. Kemudian dua korban longsor lainnya juga belum teridentifikasi.
 
Adapun 17 orang warga yang dinyatakan hilang di Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju yakni, Mansyur, 45, Lallo, Rahmatiah, 45, Daeng Lobo, Yana, 10, Nurjannah, 33, Asni, 35, Sukma, 45, Nurhipayah, 20, bocah satu tahun Sikran.
 
Kemudian pria paruh baya Daeng Bina, 65, bocah satu tahun Rahul, Rapi, 30, Basma, 40, Bulan, 15, Isra, 30 dan Daeng Suji, 40.
 
Adnan mengatakan semua korban hilang ini adalah warga Kecamatan Manuju yang masih di cari oleh tim gabungan. Adnan juga menambahkan dalam musibah itu, selain korban banjir dan longsor, empat sarana infrastruktur jembatan penghubung jugadinyatakan terputus. Satu
di antaranya adalah jembatan Bongaya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi