Anak usia 6-11 tahun di SDN Kebayoran Lama Utara 03 menerima vaksin covid-19. Medcom.id/Aria Triyudha
Anak usia 6-11 tahun di SDN Kebayoran Lama Utara 03 menerima vaksin covid-19. Medcom.id/Aria Triyudha

Vaksinasi Dosis Satu Anak 6-11 Tahun di Sleman Ditarget Rampung 26 Januari

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 Protokol Covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Ahmad Mustaqim • 18 Januari 2022 16:50
Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menarget vaksinasi covid-19 anak 6-11 tahun dosis pertama rampung sebelum akhir Januari. Proses vaksinasi masih berjalan bersamaan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100%.
 
"Target selesai vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama selesai 26 Januari," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Hamidah Yuliyanti, di Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Baca: BPBD Mataram Siagakan Satgas Patroli ke Daerah Rawan Bencana

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan total ada 95.950 anak usia 6-11 tahun yang jadi sasaran vaksinasi. Menurut Hamidah capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 57,27 persen.
 
"Sudah ada 135 siswa atau anak yang dapat vaksin dosis kedua. Proses vaksinasi masih terus berjalan," jelas Hamidah.
 
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, mengatakan pengawasan ketat selama pembelajaran tatap muka (PTM) terus dilakukan. Ia mengatakan, PTM terbatas dilakukan sejak awal Januari hingga akhir pekan lalu.
 
"Selama dua minggu awal Januari kemarin kami evaluasi dengan melihat perkembangan (penambahan) kasus (covid-19)," ungkapnya.
 
Setelah proses itu, Ery mengatakan PTM 100 persen dari TK hingga SMP baru dijalankan mulai Senin, 17 Januari 2022. Proses PTM 10 persen dijalankan dengan pengaturan jam pelajaran dan protokol kesehatan.
 
Ery menyebut guru TK diminta lebih intens mendampingi proses pembelajaran. Baru awal tatap muka, siswa TK belum menjadi sasaran vaksinasi covid-19.
 
"Orang tua juga ikut mendampingi. PTM penuh ini menjadi momen semangat pembelajaran anak-anak. Yang perlu perhatian itu jaga jarak. Bapak-ibu guru harus menjadi agen penegakan prokes," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif