Ilustrasi tempat tidur untuk pasien covid-19. DOK Kemen PUPR
Ilustrasi tempat tidur untuk pasien covid-19. DOK Kemen PUPR

Pemkot Semarang Siapkan Rp32,8 Miliar Bangun RS Khusus Pasien BPJS

Mustholih • 23 November 2021 20:17
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menggelontorkan dana sebesar Rp32,8 miliar untuk membangun rumah sakit tipe D khusus untuk pasien BPJS Kesehatan. Kemajuan pembangunan rumah sakit yang mulai dikerjakan sejak 2019 sudah mencapai 65 persen.
 
"Jika ditotal menelan anggaran Rp32,8 miliar. Pada tahap pertama 2019 lalu, proyek RSUD Mijen telah sampai pada pembangunan struktur lantai 1 hingga lantai 4. Mudah-mudahan pada Desember nanti sebagian besar sudah bisa difungsikan,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, Semarang, Jawa Tengah, Selasam 23 November 2021.
 
Irwansyah mengatakan pembangunan rumah sakit khusus pasien BPJS Kesehatan ini sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan. "Mulai dari aksesibilitas yang mudah, ruangan yang nyaman, hingga besaran sesuai dengan standar," ujar Irwansyah menambahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Vaksinasi Covid-19 Palembang Capai 70%
 
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menekankan Pemerintah Kota berkomitmen mewujudkan program berobat gratis. Menurut Hendrar, pembangunan rumah sakit khusus pasien BPJS Kesehatan ini merupakan serangkaian dari program berobat gratis bagi warga Kota Semarang.
 
“Langkah tersebut diambil karena sebagian besar masyarakat di Semarang sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan,” kata Hendrar Prihadi.
 
Hendrar mengatakan rumah sakit khusus pasien BPJS berlokasi di Mijen, Kota Semarang. Hendrar menegaskan, meski bisa diakses cuma-cuma bagi warga Semarang, pelayanan kesehatan di rumah sakit ini dipastikan maksimal.
 
"Meski pembangunannya sempat tertunda, Pemerintah Kota berupaya mendorong percepatan pembangunan rumah sakit yang saat ini progres pembangunannya diperkirakan telah mencapai 65 persen," jelas Hendrar Prihadi.
 
Hendrar berujar sebagian besar masyarakat di Kota Semarang sudah menggunakan BPJS Kesehatan. "Sehingga diperlukan sebuah fasilitas kesehatan yang didedikasikan untuk pengguna BPJS itu sendiri," terang Hendrar.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif