Ilustrasi--Penjualan seragam sekolah di Jatinegara, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
Ilustrasi--Penjualan seragam sekolah di Jatinegara, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Pengadaan Seragam SMKN 1 Bawen Muncul Lagi

Nasional seragam sekolah Metode Pembelajaran pandemi covid-19 PPKM
Media Indonesia.com • 08 September 2021 13:04
Semarang: Polemik pemesanan seragam siswa baru SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tetap berlanjut meskipun ada larangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Bahkan pemesanan dilakukan via grup perpesanan orang tua siswa yang dikoordinasikan oleh wali kelas.
 
"Saya hanya menyampaikan list itu yang nantinya dilanjutkan ke ketua paguyuban siswa untuk dipesankan seragam," terang Guru Kelas X SMK Negeri 1 Bawen Kabupaten Semarang Mega Ayu, dikonfirmasi, Rabu, 8 September 2021.
 
Pemantauan Media Indonesia, meskipun sudah ada larangan dan peringatan keras dari Gubernur Ganjar Pranowo tentang pengadaan seragam sekolah, SMKN 1 Bawen diduga mengabaikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat penghentian pengadaan seragam oleh paguyuban dan komite sekolah sebelumnya disinyalir sebatas menutupi kasus yang mencuat sebelumnya. Pasalnya secara terang-terangan pemesanan seragam untuk siswa baru senilai Rp1,9 juta beredar melalui grup wali murid.
 
Baca juga: Ganjar Minta Sekolah Tak Wajibkan Pembelian Seragam
 
Mega Ayu mengaku tak mengetahui pasti adanya larangan keras yang disampaikan oleh Gubernur Ganjar. Ia berkilah hanya meneruskan amanat dari ketua paguyuban wali murid.
 
"Saya akan koordinasi dengan kepala sekolah, karena ketua paguyuban belum bisa dihubungi," tambahnya.
 
Sementara itu Ketua Paguyuban Wali Murid Slamet Partono ketika dihubungi tidak memberikan jawaban. Pertanyaan melalui pesan daring juga hanya dibaca tetapi tidak dijawab.
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya mengingatkan agar sekolah di bawah Pemerintah Provinsi Jateng, yakni tingkat SMA, SMK dan SLB tidak mewajibkan apalagi memaksakan siswa baru membeli atau menggunakan seragam. Hal ini karena PTM masih bersifat uji coba juga kondisi ekonomi belum pulih akibat pandemi.
 
Baca juga: Pungutan Seragam di SMK Bawen Semarang Dihentikan
 
"Saya berkali-kali mendapatkan laporan orang tua siswa, saya minta pembelian seragam dihentikan karena orang tua resah dan kondisi tidak memungkinkan," kata Ganjar Pranowo.
 
Sekolah, komite, koperasi maupun pihak manapun, tegas dia, dilarang memaksa orang tua murid untuk membeli seragam.
 
"Bagi kalangan keluarga mampu tidak masalah tetapi untuk keluarga kurang mampu kasihan, jika tetap harus berseragam biarkan mereka membeli sendiri," jelas Ganjar.
 

 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk  https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif