Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Pengelolaan Sampah dan Sanitasi Upaya Pengentasan Stunting di Jepara

Nasional stunting
Rhobi Shani • 13 Februari 2020 13:32
Jepara: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka stunting. Selain pemenuhan gizi, program jemput sampah, desa mandiri sampah, dan sosialisasi sanitasi, dilakukan untuk mengentaskan persoalan itu.
 
Kepala DLH Kabupaten Jepara, Farikha Elida, mengatakan, program jemput sampah tidak sekadar mengumpulkan sampah-sampah dari rumah tangga. Lebih jauh akan dimaksimalkan dengan pemilahan atau dikirimkan ke bank sampah.
 
“Karena masalah stunting ini faktor penyebabnya banyak, tidak hanya gizi. Lingkungan yang tidak bersih dan sehat juga berkontribusi terhadap stunting,” ujar Elida, Kamis, 13 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kata Elida, program desa mandiri sampah juga akan dilakukan dengan tujuan membentuk masyarakat desa agar tak selalu bergantung pada petugas kebersihan alih-alih menanganinya sendiri.
 
“Ini baru kami siapkan skemanya. Tapi untuk sementara desa mandiri sampah akan di terapkan di desa tertentu dulu,” ungkapnya.
 
Ia menambajkan sejak dua tahun terakhir angka stunting di Bumi Kartini menurun. Pada 2018, bayi di bawah lima tahun (balita) dengan penyerapan gizi kurang berjumlah 20.766 jiwa, atau 27,01 persen jumlah seluruh balita di Jepara.
 
Kemudian pada 2019, angka tersebut turun menjadi 9.254 bayi stunting atau 19,61 persen. Kendati turun, Kabupaten Jepara ditetapkan sebagai lokus stunting nasional. Sebab jumlah anak yang mengalami kekurangan penyerapan gizi masih di atas 9.000 jiwa.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif