Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat melakukan sidak ke sejumlah distributor alat kesehatan. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat melakukan sidak ke sejumlah distributor alat kesehatan. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Masker di Jayapura Langka

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 04 Maret 2020 17:04
Jayapura: Kelangkaan masker dan cairan antiseptik juga terjadi di wilayah Indonesia bagian timur, yakni di Kota Jayapura, Papua. Sejumlah apotek di Abepura, Jayapura, memasang pemberitahuan ketersediaan masker kosong.
 
"Sudah habis, kita jual tidak per pak, biar semua konsumen dapat, kita jual per 20 lembar dengan harga Rp85 ribu, kalau satu lembar Rp2.000. Memang di tempat lain yang saya tahu itu bisa sampai Rp 250.000/pak," ujar salah satu petugas apotek di Abepura, Rosna, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Selain masker, sejumlah toko dan apotek juga kehabisan cairan antiseptik. Bahkan mal di Abepura juga telah kehabisan stol cairan antiseptik berbagai merek sejak Selasa malam, 3 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelangkaan masker dan cairan antiseptik dikeluhkan warga. Salah satunya Wahida, yang mengaku rutin membeli masker dan cairan antiseptik. Dia tak habis pikir masker dan cairan antiseptik bisa langka.
 
"Memang langka sekarang, tadi malam saya keliling se-Abepura juga sudah kosong stoknya. Antiseptik di toko yang biasa saya beli juga habis, bahkan tisu basah juga kosong. Padahal akhir Februari masih ada, beruntung masih ada stok dari bulan lalu," ujarnya.
 
Baca:Penimbun Masker di Grogol Jualan di Instagram
 
Menanggapi kelangkaan masker dan cairan anseptik, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, memantau ketersediaan masker di apotek dan distributor di Kota Jayapura. Dia mengaku stok masker di sejumlah distributor kosong.
 
Para distributor yang dikunjungi Rustan di antaranya PT. Anugrah Argon Medica Cabang Jayapura, PT. Rajawali Nusindo Cabang Jayapura, PT. Indo Farma Global Medika dan PT. Kimia Farma Trading dan Disrtribution Cabang Jayapura serta sejumlah apotek. Para distributor mengaku stok masker habis sejak akhir Februari 2020.
 
"Kita akan cari solusi. Kami minta jangan ada yang menimbun dan jangan ada yang naikan, kalau apotek jual Rp 2.000 itu wajarlah. Kalau dinaikan Rp5.000 maka izin kami, ini perintah Pak Wali Kota," tegas Rustan saat sidak berlangsung, Rabu, 4 Maret 2020 siang.
 
Sementara itu, Supervisor Penjualan PT. Kimia Farma Trading dan Disrtribution Cabang Jayapura Sisca M Mantol mengaku sejumlah masker telah dikirim kembali ke pusat karena permintaan. Sebanyak 640 pak dikirim kembali ke pusat.
 
"Karena habis di sana," ujar Sisca.
 
Kemudian, Accounting PT. Rajawali Nusindo Cabang Jayapura Dina mengatakan pihaknya melayani sejumlah rumah sakit, dinas kesehatan dan apotek. Masker mulai kosong sejak pekan lalu.
 
"Memang permintaan meningkat dan kita sudah pesan hanya saja pabrik kan juga belum ada info ketersediaan barang," katanya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif