Wali Kota Arief R Wismanyah meninjau banjir di perumahan Garden City Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu, 1 Februari 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Wali Kota Arief R Wismanyah meninjau banjir di perumahan Garden City Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu, 1 Februari 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Sejumlah Titik Banjir di Kota Tangerang Surut

Nasional bencana banjir
Hendrik Simorangkir • 02 Februari 2020 16:36
Tangerang: Sejumlah titik di Kota Tangerang, Banten, sempat dilanda banjir, kini mulai surut. Di antaranya, Kelurahan Nambojaya, Pajang, Jurumudi Baru, Margasari hingga Pondok Arum, Kota Tangerang.
 
"Sebelumnya Kelurahan Nambojaya dan Jalan Galeong dilanda banjir dengan ketinggian 50 sentimeter. Alhamdulillah, kondisi terkini mulai surut. Untuk bantuan terbilang aman, belum dibutuhkannya evakuasi. Tapi kita semua jajaran terus membantu warga mempercepat proses pemulihan," ungkap Camat Karawaci Tihar Sopian, Minggu, 2 Februari 2020.
 
Sementara itu, Camat Benda Ayi Nuryadin mengatakan wilayah Kecamatan Benda sudah aman terkendali. Sebelumnya wilayah Benda direndam banjir dengan ketinggian 60 sentimeter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang air mulai surut. Bantuan yang sudah diberikan berupa pompanisasi dan normalisasi. Sedangkan logistik sudah kami sebar roti, mi instan dan nasi bungkus," kata Ayi.
 
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Taufik Syahzeni menerangkan hingga Minggu, 2 Februari 2020 tersisa tiga wilayah yang masih terdampak banjir. Yakni di Garden City, Kelurahan Gerbang Jaya, Kecamatan Periuk; jembatan Alamanda, Kecamatan Periuk; dan Jalan Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, masih terdampak banjir.
 
Sementara itu, warga terdampak banjir di Periuk diminta segera mengungsi. Ketinggian air di Perumahan Garden City mencapai 150 sentimeter saat ini.
 
Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang selalu siaga membantu masyarakat terdampak banjir. Dia menerangkan banjir akibat luapan Kali Angke yang tak jauh dari wilayah tersebut.
 
"Masyarakat agar mau dievakuasi ke tempat yang lebih aman supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Sachrudin.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif