Kepala Desa Kertasari Dedi Murdiyanto menyerahkan BLT DD kepada warganya yang sedang sakit kronis di Balai Desa setempat, Kamis, 14 Mei 2020. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Kepala Desa Kertasari Dedi Murdiyanto menyerahkan BLT DD kepada warganya yang sedang sakit kronis di Balai Desa setempat, Kamis, 14 Mei 2020. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Penantian 22 Tahun Warga Tegal untuk Mendapat Bantuan

Nasional Virus Korona PSBB
Kuntoro Tayubi • 14 Mei 2020 17:15
Tegal: Puluhan warga Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengaku bersyukur setelah mendapat bantuan dari pemerintah desa setempat. Beberapa warga mengaku baru kali ini mendapat bantuan sejak 22 tahun silam.
 
"Saya terakhir dapat bantuan sejak presidennya Pak Soeharto dan ini baru dapat lagi setelah Pak Dedi menjadi Kades di sini (Desa Kertasari)," kata Radis, 55, salah satu warga RT05/06, Desa Kertasari, usai menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di balai desa setempat, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Baca: DIY Kewalahan Menyediakan Ruang Isolasi

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Radis mengaku saat ini tidak mempunyai penghasilan karena tidak bekerja. Untuk menyambung hidupnya, dia kerap menunggu belas kasih dari tetangganya. Rencananya uang BLT DD sebesar Rp600 ribu itu akan digunakan untuk menggelar acara tahlil 100 hari istrinya.
 
"Saya ucapkan terimakasih kepada pak kades yang telah perduli dengan masyarakat miskin," ungkap Radis yang saat ini hidupnya sebatangkara.
 
Hal senada dilontarkan warga lain bernama Sriyatun, 50. Dia mengucap syukur atas bantuan yang disalurkan kepala desa tersebut. Selama tinggal di rumah tersebut, Sriyatun mengaku baru dapat bantuan seperti saat ini.
 
"Baru kali ini dapat bantuan. Sebelumnya tidak pernah. Baik PKH, maupun bantuan lainnya. Padahal suami saya nganggur, keluarga kami kesulitan ekonomi," ungkap Sriyatun.
 
Kepala Desa Kertasari, Dedi Murdiyanto, mengatakan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DD di desanya sebanyak 80 kepala keluarga. Setiap KPM mendapat Rp600 ribu setiap bulan selama 3 bulan ke depan.
 
Bagi warga yang tidak bisa mengambil bantuannya ke balai desa, maka akan didatangi rumahnya oleh petugas. Uang akan langsung diserahkan kepada penerima manfaat.
 
"Ada empat warga yang tidak bisa datang ke balaidesa, akhirnya saya dan petugas mendatangi rumahnya. Mereka memang tidak bisa datang karena sakit," kata Dedi.
 
Persyaratan penerima BLT DD yaitu, warga miskin, warga yang kehilangan mata pencaharian atau di PHK, warga yang sakit kronis atau menahun dan difabel.
 
"Bagi warga yang belum dapat bantuan, masih kita tampung dan kita data. Nanti akan kita usulkan untuk sumber bantuan lainnya. Karena bantuan dari APBN dan APBD 1 belum semuanya dibagikan," pungkasnya.

 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif