Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pria Dominasi Kasus Korona di Jatim

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 13 Mei 2020 07:57
Surabaya: Warga Jawa Timur yang terkonfirmasi positif korona (covid-19) didominasi laki-laki. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Jatim, sebanyak 56,75 persen laki-laki terpapar korona, sedangkan perempuan 43,25 persen.
 
"Jadi memang orang yang terpapar covid-19 di Jatim lebih banyak laki-laki dari perempuan," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa malam, 12 Mei 2020.
 
Dari sisi usia, laki-laki yang terjangkit covid-19 mayoritas berusia 40-49 tahun sebesar 15,24 persen, 50-59 sebesar 14,37 persen, dan 12,76 persen usia lanjut 60 tahun ke atas. Kemudian perempuan berusia 40-49 tahun sebesar 12,27, sebesar 9,05 persen usi 60 tahun ke atas, dan 8,18 persen usia 30-39.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain positif, pasien dalam pengawasan (PDP) juga didominasi laki-laki sebesar 56,24 persen, dan 43,76 persen perempuan. Dari sisi usia, laki-laki usia 60 tahun ke atas sebanyak 16,25 persen, usia 50-59 sebesar 11,29 persen. Sementara perempuan usia 60 tahun ke atas 11,55 persen, dan 8,69 persen pada usia 50-59 persen.
 
"Kebanyakan ternyata usianya muda, dan usia muda keluar rumah lebih banyak. Makanya harus hati-hati orang-orang muda, imunitas baik virus masuk mampu dilawan sehingga tidak menimbulkan gejala," ujarnya.
 
Baca:Pemprov Jatim Kaji Usia 45 Boleh Kerja Selama Pandemi
 
Demikian orang dalam pemantauan (ODP) juga didominasi laki-laki 55,64 persen dan 44,36 persen perempuan. Lalu orang tanpa gejala (OTG) sebesar 52,34 persen laki-laki, dan 47,66 persen perempuan. Baik ODP maupun OTG rata-rata berusia 20-30 tahun, baik laki-laki juga perempuan.
 
Joni mengimbau masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19. Di antaranya menggunakan masker, menerapkan physical distancing, menjaga pola hidup bersih dan sehat.
 
"Banyak orang yang dites positif merasa baik baik saja, karena imunitasnya masih bagus. Inilah yang kita benar-benar meningkatkan kewaspadaan setinggi mungkin. Karena ini yang berbicara fakta," pungkasnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif