Pemasangan solar panel di kediaman warga pesisir Kulon Progo. Medcom.id/ahmad mustaqim
Pemasangan solar panel di kediaman warga pesisir Kulon Progo. Medcom.id/ahmad mustaqim

Warga Pesisir Kulon Progo Gunakan Solar Panel untuk Peroleh Listrik

Nasional listrik PLN ekonomi kreatif
Ahmad Mustaqim • 09 November 2020 13:03
Kulon Progo: Warga di pesisir Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasang solar panel untuk dapatkan energi listrik, Minggu, 8 November 2020. Lokasi pesisir di Dusun Gupit, Desa Karangsari, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo telah diputus aliran listriknya oleh PLN. 
 
Teknisi pemasangan solar panel, Hafiz Riza mengatakan, pemasangan peralatan itu akan membantu petani mendapatkan energi listrik. Ia mebgatakan solar panel itu berkapasitas 1.320 WP dengan enam keping panel monokristalin. 
 
"Ada baterainya 100 ampere dengan kekuatan 4.800 watt," kata Hafiz di Kulon Progo, Senin, 9 November 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Tukijo, Masuk Bui Demi Tolak Tambang Pasir Besi
 
Ia mengungkapkan, solar panel itu akan membantu petani menghidupkan pompa air untu pengairan di lahan pertanian. Mesin pompa yang disiapjan dinilai sudah siap dan mampu hidup 24 jam. 
 
"Mesin pompa air telah dimodifikasi, kerja sama dengan teman dari Surabaya dan Jakarta," ungkapnya. 
 
Menurutnya, pemakaian solar panel akan lebih hemat dibanding memakai bahan bakar. Ia memperkirakan, panggunaan bahan bakar untuk pengairan menelan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Sementara, solar panel hanya mengandalkan energi dari sinar matahari. 
 
"Kalau bisa mendirikan solar panel di tiap petak lahan, nanti bisa pakai tiap hari di tiap lahan. Petani rata-rata melakukan penyiraman dua sampai tiga hari sehari," ungkapnya. 
 
Baca: Puncak Musim Hujan di Banjarnegara Diprediksi pada Januari
 
Ia mangakui, biaya awal pasang solar panel cukup mahal senilai Rp25 juta. Namun, nilai penghematan itu bisa dilihat setelah berbulan-bulan berjalan. 
 
Menurut dia, solar panel itu mampu menghasilkan listrik hingga 3.120 watt selama empat hingga lima jam penuinaran. Di sisi lain, pompa air yang dipakai tanpa ada suara bising  
 
"Ke depan petani di sini bisa pakai solar panel agar tak tergantung bahan bakar. Kalau pakai pompa ini biza pakai pengairan bersama-sama," kata dia. 
 
Lokasi pemasangan solar panel merupakan bagian titik rencana pembangunan penambangan pasir besi. Warga yang tergabung dalam komunitas Petani Pesisir Lahan Pantai Kulon Progo (PPLP KP) tetap menolak rencana penambangan itu  
 
Humas PPLP KP, Widodo, mengatakan, solar panel itu menjadi percontohan dan akan diadopsi. Ia mengatakan, solar panel itu bisa lebih ramah dengan lingkungan karena berasal dari energi terbarukan. 
 
"Ini percontohan, bagaimana pengembangan energi tak harus ke PLN," ujarnya. 
 
Ia berharap percontohan itu bisa dikembangkan ke seluruh pesisir Kulon Progo. Ia ingin warga bisa menyediakan listrik mandiri yang ramah dengan alam. 
 

 

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif