BPBD bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Antara/BPBD Banjar
BPBD bersama tim SAR gabungan melakukan evakuasi warga yang rumahnya terendam banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Antara/BPBD Banjar

KLHK Siapkan 4 Pendekatan Atasi Berulangnya Banjir Kalsel

Nasional banjir bencana alam bencana banjir
Media Indonesia.com • 27 Januari 2021 20:01
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyiapkan empat pendekatan untuk mengatasi berulangnya banjir bandang di Kalimantan Selatan. Keempat pendekatan ini juga diharapkan bisa menangani dan memulihkan lingkungan di masa mendatang.
 
Pertama adalah pendekatan vegetatif. Pendekatan ini dilakukan dengan merehabilitasi hutan dan lahan pada lahan kritis dengan mempertimbangkan lokasi banjir dan longsor. Termasuk menambah tutupan vegetasi pada segmen-segmen sungai yang kritis.
 
"Akan dilakukan penanaman atau penggantian tanaman pada daerah sempadan sungai yang berada di perkebunan (perkebunan sawit)," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), MR Karliansyah, melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui pendekatan ini, dilakukan pula pengaturan dan pembatasan pembukaan lahan dan rasio penanaman yang diwajibkan. Baik itu untuk pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.
 
Kedua adalah pendekatan sipil teknis. Pendekatan ini berupa pembangunan konservasi tanah dan air pada daerah dengan tingkat erosi tinggi. Pengurangan pasokan limpasan air dari hulu dengan membangun waduk, dam, dan bendungan pada tipe daerah tangkapan air yang luas.
 
"Akan juga dilakukan normalisasi alur sungai atau pengerukan sungai dan pemanfaatan lubang-lubang tambang untuk pengendalian banjir," kata dia.
 
Ketiga, pendekatan sosial. Yakni, melakukan transformasi budaya melalui perubahan profesi dari masyarakat ke perhutanan sosial. KLHK juga akan mengedukasi publik tentang pentingnya daerah aliran sungai (DAS) dan lingkungan.
 
Dan keempat adalah pendekatan hukum. Keberadaan UU Cipta Kerja diharapkan bisa membuat pemerintah leluasa dalam membenahi daerah rawan banjir. Pemerintah, kata Karliansyah, juga tengah menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden tentang Percepatan Pemulihan Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan.
 
Baca: BMKG: Curah Hujan Ekstrem dan Lingkungan Jadi Penyebab Banjir Kalsel
 
Wakil Menteri LHK, Aloe Dohong, mengatakan banjir yang terjadi di Kalsel juga dipicu tingginya curah hujan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 1 hingga 18 Januari 2021 menyebut terjadi 121 bencana banjir dan 23 kejadian longsor di 21 provinsi dan 91 kabupaten/kota. Salah satu di Kalimantan Selatan.
 
"Banjir ini dipicu oleh curah hujan yang sangat ekstrem, yakni 300 mm dalam dua hari," kata Aloe.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif