Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi jajaran forkopimda menyerahkan mobil ambulans desa di Griya Agung Palembang, Selasa 24 November 2020. Foto: Dokumentasi
Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi jajaran forkopimda menyerahkan mobil ambulans desa di Griya Agung Palembang, Selasa 24 November 2020. Foto: Dokumentasi

Herman Deru Hadirkan 1 Ambulans 1 Desa untuk 3.500 Desa se-Sumsel

Nasional fasilitas kesehatan pelayanan publik Herman Deru
Gonti Hadi Wibowo • 24 November 2020 19:29
Palembang: Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 pada 2020, Gubernur Sumsel Herman Deru kembali meluncurkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. 
 
Tanpa mengandalkan APBN dan APBD, Herman Deru sukses menghadirkan Satu Ambulans Satu Desa bagi 3.500 desa se Sumsel.
 
Herman Deru mengatakan program ini digagas sebagai gerakan kemanusiaan. Inovasi ini murni melibatkan masyarakat dalam hal penyediaan sarana fasilitas kesehatan yakni mobil ambulans.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak kita lihat di medsos dan viral orang sakit dibawa pakai gerobak atau pakai motor. Saya terinspirasi itu dan mengajak masyarakat untuk mau mengikhlaskan kendaraannya menjadi ambulans dan pemprov menjamin akan membebaskan pajaknya untuk satu tahun berjalan," kata Herman Deru, di Griya Agung Palembang, Selasa, 24 November 2020.
 
Baca juga: Perwakilan Ormas FPI Mangkir Pemeriksaan Polda Jabar
 
Menurutnya, solusi ini sangat efektif sehingga mobil warga itulah yang akan dipasang lampu rotator, emblem, dan dibebaskan pajak agar dapat melayani warga tak mampu yang membutuhkan.
 
"Bagi pemilik kendaraan, mereka masih bisa pakai karena ini kan tidak digunakan setiap saat melainkan saat darurat saja. Misalnya ada keluarga tidak mampu yang akan melahirkan dan butuh diantar ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.
 
Meski baru diluncurkan, lanjut Herman,  sudah ada ribuan warga yang mendaftar. Pihaknya berharap program ini dapat berjalan dan membantu masyarakat Sumsel untuk lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan.
 
"Kalau menggunakan APBD kalikan saja. Misalnya ambulans paling sederhana Rp300 juta untuk 3.500 desa. Berarti ada Rp1 triliun APBD yang harus kita sisihkan. Tapi inikan tidak, malah lebih low cost," ujarnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif