Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (kedua kanan) saat melihat tempat produksi GeNose C19, Selasa, 5 Januari 2021. Dokumentasi/ Humas UGM.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, (kedua kanan) saat melihat tempat produksi GeNose C19, Selasa, 5 Januari 2021. Dokumentasi/ Humas UGM.

Pemprov Jateng Pesan 100 GeNose Buatan UGM

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19 Ganjar Pranowo
Ahmad Mustaqim • 05 Januari 2021 15:17
Yogyakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memesan sebanyak 100 GoNose C19, alat deteksi covid-19 besutan para peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun pesanan tersebut sejauh ini belum semua terpenuhi oleh UGM.
 
"Dari 100 yang mau kami beli baru dapat 35 unit," kata Gunernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memantau tempat produksi GeNose C19 di Science Technopark (STP) UGM, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Baca: Vaksinasi Covid-19 di Sumut Sasar 72.451 Tenaga Kesehatan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ganjar menjelaskan pemesanan GeNose C19 untuk meningkatkan kapasitas surveillance covid-19 di wilayahnya. Pemakaian alat tersebut akan diutamakan di rumah sakit dan Puskesmas.
 
Dia menjelaskan pengadaan GeNose saat ini masih terhambat ketersediaan alat hingga jumlah alat yang telah diproduksi belum cukup untuk memenuhi permintaan.
 
Apabila kapasitas produksi sudah mencukupi, Ganjar berharap lebih banyak GeNose yang dapat diterapkan di puskesmas dan fasilitas umum di wilayahnya.
 
"Kalau semua Puskesmas bisa, itu bagus sekali. Tempat umum juga, tapi itu prioritas berikutnya karena saat ini produksinya belum banyak," jelasnya.
 
Sebelumnya Ganjar menyambangi STP UGM bersama perwakilan Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan RSUP Dr. Kariadi Semarang. Mereka melihat langsung cara kerja GeNose serta aktivitas produksinya.
 
Menurut dia keputusan memesan banyak GeNose sebagai keputusan penting agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada alat yang tidak diproduksi di dalam negeri.
 
GeNose dijual dengan harga Rp62 juta dan bisa digunakan berulang kali dengan menggunakan kantong yang bisa dibeli dengan harga Rp15 ribu. Dengan alat ini, biaya melakukan deteksi covid-19 ditarif Rp25 ribu.
 
"Saya yakin masyarakat akan mampu jika dianggarkan secara murah. Dan jika anak bangsa bergotong-royong melakukan donasi, dengan donasi sebesar Rp100 ribu saja sudah membantu 4 orang," ujar Ganjar.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif