Puluhan rumah di Desa Tegal Kunir, Kecamatan mauk, Kabupaten Tangerang rusak diterjang angin puting beliung, Kamis, 12 Desember 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Puluhan rumah di Desa Tegal Kunir, Kecamatan mauk, Kabupaten Tangerang rusak diterjang angin puting beliung, Kamis, 12 Desember 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Puting Beliung Terjang Lima Desa di Kabupaten Tangerang

Nasional cuaca ekstrem
Hendrik Simorangkir • 12 Desember 2019 17:14
Tangerang: Angin puting beliung menerjang lima desa di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis sore, 14 Desember 2019. Terjangan angin merusak 216 rumah, menumbangkan sejumlah pohon, dan memutus aliran listrik.
 
Camat Mauk, Arif Rahman, mengatakan wilayah yang terdampak yakni Desa Tegal Kunir Lor sebanyak 48 rumah, Tanjung Anom 100 rumah, Dasak terdapat 22 rumah, Banyu Asih 46 rumah, dan Desa Gunung Sari belum terdata.
 
"Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini, hanya ada yang luka ringan saja dan itu sudah ditangani oleh Puskesmas Mauk dan saya juga mengimbau kepada warga agar waspada akan bencana susulan karena menurut BMKG cuaca masih ekstrem," kata Arif saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara salah satu warga di Desa Tegal Kunir yang rumahnya rusak, Muslim, mengatakan di wilayahnya terdapat puluhan rumah yang diterjang angin puting beliung.
 
"Tepat berapa rumahnya saya tidak tahu ada berapa, lebih dari puluhan rumah yang rusak. Angin puting beliung menghancurkan rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ini aliran listrik pun tidak ada karena kabel listrik putus," jelas Muslim.
 
Muslim menambahkan ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan parah sehingga tak lagi bisa ditempati termasuk salah satunya rumah yang ia tinggali bersama istri.
 
"Rumah yang saya tinggali kini telah roboh dibagian dinding dan atap akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan deras," ungkap Muslim.
 
Muslim mengaku akibat kejadian ini dirinya serta istri merasa bingung untuk tinggal dimana. Terlebih, dirinya sebagai pedagang buah tentunya penghasilannya tak mencukupi untuk bisa memperbaiki segera rumahnya.
 
"Saya bingung nanti tinggal dimana soalnya rumah rusak parah. Karena jika saya paksakan tinggali khawatir sisa bangunan roboh dan menimpa saya dan istri," pungkas Muslim.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif