Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto: Medcom.id/Daviq
Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto: Medcom.id/Daviq

Wali Kota Malang Emoh Komentar Pengganti UN

Nasional Ujian Nasional
Daviq Umar Al Faruq • 14 Desember 2019 14:19
Malang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengganti Ujian Nasional (UN) dengan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Wali Kota Malang, Sutiaji, enggan berkomentar.
 
"Saya belum berani komentar kalau belum ada resminya. Kan ini baru wacana. Kalau sudah ada edaran, oke," kata Sutiaji, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Sutiaji mengaku setiap wacana yang dilontarkan harusnya telah dikaji. Bila kajian sudah dilakukan, baru pihaknya bisa menerapkan wacana itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saran saya juga jangan sampai mengendurkan motivasi anak untuk belajar. Karena UN itu juga menjadi motivasi untuk anak menjadi belajar yang bagus," bebernya.
 
Pria asal Lamongan ini menilai, sistem UN yang berlaku agar siswa semangat belajar. Sebab, kata dia, nilai UN tidak berlaku bagi jenjang pendidikan siswa.
 
"Nilai UN kan enggak berpengaruh. Masuk perguruan tinggi tidak pakai nilai itu, kan tes lagi. Masuk SMA ada zonasi termasuk untuk sekolah SD," ungkapnya.
 
Dia menyarankan pemerintah membentuk regulasi agar sekolah tidak membelenggu siswa. Dia mencontohkan pada dua anak yang ia kenal.
 
"Ada orang punya dua anak. Satu disekolahkan, dan satu tidak disekolahkan (home schooling). Ternyata lebih pintar yang tidak disekolahkan, karena sekolah itu membelenggu. Makanya jangan sampai sekolah itu membelenggu," terangnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif