Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Kasus DBD di Bandung Mencapai Ribuan

Nasional demam berdarah
Roni Kurniawan • 29 Oktober 2019 13:57
Bandung: Sebanyak 2.247 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kota Bandung pada periode Januari-Agustus 2019. Bahkan jumlah tersebut diprediksi meningkat menjelang memasuki musim hujan saat ini.
 
"Itu baru sampai Agustus, sementara (data) ke depan masih ada September, Oktober, November, Desember. Biasanya saat Desember meningkat tajam (jumlah pasien DBD)," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani Apip di Balai Kota Bandung, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Dari jumlah kasus tersebut, sekitar 40 persen di antaranya terjadi pada anak rentang usia 1-14 tahun. Sedangkan selebihnya adalah menimpa usia 15 tahun ke atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan Rosye mengaku setiap tahun kerap ada yang meninggal karena DBD. Karena itu masyarakat perlu waspada dan segera membawa ke dokter atau pusat layanan kesehatan jika ada anggota keluarganya memperlihatkan gejala DBD.
 
"Rata-rata meninggalnya itu karena keterlambatan penanganan," jelas Rosye.
 
Menurut Rosye jika ada yang demam, obat warung jadi solusi pertama bagi warga. Jika setelah tiga hari tak kunjung sembuh, baru dokter jadi tujuan. Padahal tujuh hari pertama demam adalah masa kritis DBD.
 
Ia pun menyarankan agar pemeriksaan dokter langsung dilakukan jika warga mengalami demam tinggi. Jangan tunggu beberapa hari agar dokter bisa memberi pertolongan tepat. Bahkan, jika ada indikasi DBD, penanganan juga bisa lebih cepat dilakukan.
 
"Di Kota Bandung ini banyak fasilitas kesehatan, tapi tanpa kesadaran (memeriksakan demam sejak dini) ternyata enggak banyak membantu. Artinya, angka kematian selalu saja ada meski jumlahnya tidak banyak," ungkap Rosye.
 
Sementara untuk mengantisipasi mewabahnya DBD, Dinkes Kota Bandung sudah melakukan berbagai langkah. Selain menggalakkan sosialisasi program 3M Plus, ada gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),
 
"Masing-masing individu punya tanggung jawab untuk perindukan atau pemberantasan nyamuk," pungkas Rosye.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif