Sejumlah warga korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Desi Purnamawati.
Sejumlah warga korban gempa berada di tempat pengungsian di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/7/2019). ANTARA FOTO/Desi Purnamawati.

Pengungsi di Halmahera Selatan Masih Kekurangan Tenda

Nasional gempa bumi
Antara • 22 Juli 2019 15:54
Jakarta: Pengungsi korban gempa bumi di Gane Luar Kabupaten Halmahera Selatan masih kekurangan tenda untuk tempat tinggal sementara sebelum rumah mereka yang rusak dibangun kembali. Namun sejumlah bantuan makanan dan kebutuhan lainnya sudah diterima warga.
 
"Bantuan sudah terdistribusikan lewat jalur laut dan sudah diterima oleh warga yang mengungsi, tantangannya tenda yang kita kirimkan masih relatif kurang," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.
 
Harry menjelaskan tenda gulung yang dikirim Kemensos baru sebanyak 130 tenda, maka kekurangannya akan ditambah dengan tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masih dalam proses pengiriman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait logistik terutama untuk Desa Gane Luar yang merupakan daerah terparah terdampak gempa sudah berhasil didistribusikan dengan bantuan dari TNI dan dikooridnasikan oleh danrem setempat serta didistribusikan ke pengungsi.
 
Sebelumnya bantuan berupa 1.000 paket bahan pokok dari Kementerian Sosial sudah sampai pada Jumat, 19 Juli 2019 ke Desa Gane Luar dan Desa Bisui di Halmahera Selatan, daerah paling parah terdampak gempa yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
 
"Longboat (perahu bermesin) berangkat kemarin malam pukul 21.00 WIT dari Pelabuhan Mafa menuju ke desa-desa di pesisir pantai Halmahera Selatan sebagai daerah yang paling parah terdampak gempa," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu.
 
Mensos yang melihat langsung lokasi gempa menyatakan memang Gane Luar sulit diakses karena tidak ada jalan. Saat meninjau lokasi, warga yang mengungsi masih menempati pengungsian darurat yang dibangun sendiri dari kayu beratap daun rumbia.
 
Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan total senilai Rp1,39 miliar yang terdiri atas bantuan logistik tahap satu senilai Rp4.965.000, bantuan logistik tahap dua senilai Rp145.072.000, bantuan tahap ketiga senilai Rp356.135.490, bantuan 1.200 paket bahan pokok senilai Rp300 juta, bantuan peralatan kebersihan senilai Rp500 juta, dan santunan Rp15 juta untuk masing-masing ahli waris korban meninggal dunia.
 
Sebelumnya gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB dengan kedalaman 10 kilometer akibat pergerakan sesar aktif Sorong-Bacan.
 
Dampak gempa telah menyebabkan sebanyak 971 unit rumah rusak dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif