Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Sejumlah Wilayah di Sumsel Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Nasional longsor bencana longsor bencana banjir
Gonti Hadi Wibowo • 13 Januari 2020 14:59
Palembang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang meminta masyarakat yang berada di Sumatera Selatan bagian barat waspada terhadap bencana hidrometeoroligi yakni banjir bandang dan tanah longsor. BMKG memprediksi curah hujan akan meningkat di Sumsel pada 13 Januari hingga 20 Januari 2020 mendatang.
 
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorogi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan aktifnya musim hujan di wilayah Sumsel dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air dan melalui wilayah Indonesia pada umumnya mengakibatkan peningkatan curah hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang terjadi pada siang hingga sore hari.
 
“Potensi hujan ringan sampai sedang berlangsung lama terjadi pada malam hingga dini hari,” kata Bambang, Senin, 13 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menjelaskan, wilayah Sumsel bagian barat tersebut meliputi kawasan dataran tinggi bukit barisan, seperti Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muratara, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Muara Enim yang diprediksi berpotensi terkena bencana banjir bandang dan longsor.
 
Sedangkan potensi angin kencang, puting beliung dan banjir, terjadi pada wilayah Kota Pagaralam, Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.
 
Menurutnya, secara lokal permukaan Sumsel yang berkarakteristik Rawa dan Sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (Belahan Bumi Selatan) dan menyebabkan adanya belokan (Trough) dan pertemuan massa udara (Konvergensi) di wilayah Sumsel yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari).
 
Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan) Angin Lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia yang meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).
 
“Curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya bencana Hidrometeorologi yakni banjir bandang dan tanah longsor,” jelasnya.
 
Secara umum kondisi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumsel akan meningkat pada 13 sampai 15 Januari 2020 dan akan mengalami penurunan 16-18 Januari 2020 selanjutnya, akan kembali meningkat pada 19-20 Januari 2020.
 
"Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi hingga tujuh hari ke depan," ungkapnya.
 
Pihaknya mengimbau masyarakat dan Stakeholder terkait untuk tetap waspada dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak bencana Hidrometeorologi yakni melakukan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, menyiapkan kolam-kolam retensi, memprioritaskan transportasi udara dan air tidak pada siang sampai sore hari.
 
"Saat beraktivitas di luar rumah warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari," pungkasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif