Barang bukti senapan angin yang disita petugas
Barang bukti senapan angin yang disita petugas

Polisi Tangkap Penembak Anjing di Tangerang

Nasional penembakan
Hendrik Simorangkir • 14 Agustus 2019 14:23
Tangerang: Polresta Tangerang menangkap pelaku penembakan anjing yang viral di media sosial di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Penembakan tersebut menjadi viral setelah postingan akun Instagram @anstlucia mengunggah foto anjing tersebut.
 
Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan pelaku, berinisial A, 38, yang tinggal tidak jauh dari kediaman pemilik anjing.
 
Penangkapan terjadi setalah Satuan Reskrim Polresta Tangerang langsung mendatangi tempat kejadian perkara di Perumahan Water Point, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Anjing yang ditembak dengan senapan angin itu merupakan anjing peliharaan warga setempat bernama Titus. Sedangkan pemilik akun @anstlucia adalah adik ipar Titus bernama Anastasia Lucia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tim sudah mendatangi rumah terduga pelaku dan menyita senjata senapan angin yang diduga digunakan untuk menembak anjing tersebut," ujar Sabilul, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Sabilul menjelaskan, anjing bernama Beedo itu mati dengan 4 butir mimis (peluru senapan angin). Peristiwa itu terjadi pada Senin, 12 Agustus 2019.
 
Sabilul menambahkan, Titus mendapat informasi bahwa anjingnya ditembaki oleh pelaku. Titus kemudian meminta Anastasia untuk memastikan kebenaran informasi itu.
 
"Saat dicek, kondisi anjing sudah mati dan ditutupi kertas dan dedaunan," katanya.
 
Sabilul menuturkan, Anastasia kemudian mendatangi rumah pelaku. Namun, bukan permintaan maaf yang didapat, pelaku malah menodongkan senapan angin itu kepada Anastasia. Tak berselang lama, Titus juga mendatangi kediaman terduga pelaku.
 
"Sempat ada cekcok antara pemilik anjing dan terduga pelaku bahkan sempat ditengahi ketua RT setempat. Namun tidak ada hasil," jelas Sabilul.
 
Saat ini sambung Sabilul, pelaku sudah ditahan di Mapolresta Tangerang untuk menjalani pemeriksaan. Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan penembakan itu.
 
Penembakan terjadi karena terduga pelaku kesal istri dan anaknya terjatuh saat bersepeda. Saat itu, Padahal posisi anjing diikat di sebuah pohon.
 
"Istri dan anak terduga pelaku jatuh dari sepeda karena merasa anjing itu akan mengejarnya," kata Sabilul.
 
Sabilul menegaskan, penanganan peristiwa itu bukan semata kekejaman terhadap hewan. Melainkan yang lebih memprihatinkan adalah penggunaan senjata di luar kewenangan untuk unjuk kekuatan serta untuk aspek keamanan masyarakat.
 
"Sudah ada perselisihan gara-gara penembakan itu. Harus ditindaklanjuti agar masalah tidak melebar misalnya justru senjata digunakan untuk menyerang sesama warga," ujarnya.
 
Sabilul pun memerintahkan jajarannya untuk melakukan razia senapan angin agar peristiwa seperti itu tidak terulang.
 
Sebelumnya, sebuah postingan di akun Instagram milik @anstlucia heboh oleh netizen. Kehebohan tersebut berdasarkan foto yang di posting pemilik akun terkait penembakan anjing peliharaan oleh seseorang di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
 
Postingan dari akun @anstlucia itu membeberkan penembakan anjing peliharaan bernama beedo oleh seorang pria dengan senapan angin. Dalam postingannya, akun itu menuliskan, penembakan dilakukan di hadapan banyak anak-anak.
 
Menurut Sabilul, atas dasar apa pun, seseorang tidak diperkenankan menggunakan senjata. Apalagi diduga penembakan itu disaksikan oleh anak-anak. Hal itu, dapat berdampak buruk pada psikologis anak.
 
Sabilul menegaskan, senapan angin merupakan jenis senjata api yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan olahraga. Hal itu sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api untuk Kepentingan Olahraga.
 
Dalam Pasal 4 ayat (3) peraturan itu, kata Sabilul, disebutkan pistol angin (air pistol) dan senapan angin (air rifle) digunakan untuk kepentingan olahraga menembak sasaran atau target.
 
"Bahkan untuk memiliki senapan angin, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan," kata Sabilul.
 
Sabilul mengatakan, apabila seseorang justru menyalahgunakan senapan angin, maka bisa dikenai Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif