Sebuah ruko yang diserang gerombolan di kawasan Jalan Anggajaya 2 Sanggrahan, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 6 Januari 2020. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Sebuah ruko yang diserang gerombolan di kawasan Jalan Anggajaya 2 Sanggrahan, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 6 Januari 2020. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

Ruko di Sleman Diserang Gerombolan

Nasional penyerangan
Ahmad Mustaqim • 06 Januari 2020 16:44
Sleman: Sebuah ruko di kawasan Jalan Anggajaya 2 Sanggrahan, Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diserang sekelompok orang pada Minggu, 5 Januari 2019. Sejumlah benda di tiga ruangan juga dirusak dengan batu dan senjata tajam.
 
"Yang nyerang masih muda-muda. Tidak pakai penutup muka," kata Darsono, 26, seorang penjaga warung makan di salah satu ruko sekitar lokasi, Senin, 6 Januari 2019.
 
Darsono menjelaskan peristiwa itu berlangsung selama 30 menit pada pukul 00.01 WIB. Saat itu Darsono masih memasak untuk melayani konsumen yang hendak makan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seingat dia ada 10 kendaraan bermotor dengan berbencongan. Ia memperkirakan ada 10 orang yang kemudian masuk ke warung dan menyerang.
 
"Ada yang bawa celurit, batu, dan (pegang) helm. Tidak ada komunikasi langsung nyerang. Itu pas saya menggoreng hati, langsung tak tinggal masuk ruangan, gosong," kata lelaki asal Ngawi, Jawa Timur ini.
 
Ia mengatakan ada sekitar enam pegawai warung makan yang tiga di antaranya sedang bekerja. Tiga orang yang bekerja lari masuk ruangan dan tetap di kejar. Terduga pelaku sempat hendak mengayunkan senjata tajam, meski diurungkan.
 
Namun, kata Darsono, seorang konsumen warung makan itu yang luka di pelipis mata. Di sisi lain, ada satu korban lain karena terkena lemparan batu.
 
"Habis masuk ke ruangan, mereka ngamuk. Merusak etalase warung sampai pecah. Mereka lalu keluar," ungkap Darsono.
 
Darsono menyebut gerombolan itu telah merusak alat penanak nasi, memecah piring, dan gelar. Ia memperkirakan nilai kerugian sekitar Rp5 juta.
 
Ia mengatakan gerombolan tersebut lantas melakukan perusakan di ruang lain yang masih satu ruko, yakni toko roti dan tempat fitnes. Bagian yang mencolok rusak yakni bagian pintu.
 
Ada tiga kejadian serupa sebelum penyerangan itu. Meskipun tak sampai memakan korban jiwa.
 
"Kami masih takut kalau malam. Kalau biasanya tutup jam 1, sekarang jam 12 malam sudah mulai kami tutup. Semoga polisi bisa menangkap pelakunya," kata dia.
 
Kapolsek Depok Timur, Ajun Komisaris Paridal, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus itu. Sejumlah saksi dan pelapor kasus itu telah diperiksa. Selain itu, pihaknya juga memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
 
"Kami belum bisa memastikan berapa jumlah terduga pelaku karena perlu barang bukti," kata Paridal.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif