NEWSTICKER
Harley Daidson selundupan di pesawat Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Harley Daidson selundupan di pesawat Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Mimin Garuda dan Ari Ashkara yang "Santuy"

Medcom Files Garuda Terluka
M Rodhi Aulia • 10 Desember 2019 07:18
ENTAH apa yang merasuki admin twitter resmi @IndonesiaGaruda yang mencuitkan aturan membawa makanan di atas pesawat. Merasuki dalam sisi positif. Dari penulusuran kami, cuitan ini cukup sering disampaikan.
 
Di antaranya pada 20 dan 21 Agustus, 21 November, dan 5 Desember. Namun cuitan Garuda yang berulang ini, menarik dilihat dari sisi timing. Mengapa cuitan "template" ini kembali dicuitkan pada saat lagi heboh tentang barang bawaan.
 
Pasalnya di waktu yang hampir bersamaan, Direktur Utama Garuda Indonesia kala itu, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara) tengah dikaitkan dengan dugaan penyelundupan motor gede Harley Davidson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Admin twitter atau lazim dikenal "Mimin" mencuitkan pada Kamis 5 Desember 2019. Mimin memang mengingatkan soal makanan, bukan barang. Apalagi Harley Davidson. "Saat berwisata seringkali kita ingin membawa pulang makanan khas dan juga bahan makanan yang mungkin jarang ditemukan di tempat asal, namun tahukah bagaimana prosedur membawanya di pesawat? Simak informasi berikut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada bawaan Anda," cuit Mimin.
 

 
Dari infografis yang dilampirkan Mimin, terdapat kategori makanan yang tidak boleh dibawa ke atas kabin dan juga dijadikan bagasi. Misalnya ikan segar dan lain-lain. Makanan jenis itu dibawa melalui jasa kargo.
 
Dari cuitan Mimin, makanan saja tidak mudah dibawa pulang dari tempat asal. Apalagi barang seperti Harley Davidson dan suku cadangnya serta barang lainnya yang dibawa berbarengan dengan penumpang di atas pesawat. Tidak mudah.
 
Satu hari sebelum cuitan Mimin itu atau Rabu 4 Desember, Ari Ashkara berbicara di depan sejumlah pegawai Garuda. Hal itu tampak dari sebuah video berdurasi 2.20 menit yang viral di media sosial.
 
Dalam video singkat itu, pada intinya Ari tampak merasa santai alias santuy terhadap kasus dugaan penyelundupan Harley, yang belakangan terus menyeret-nyeret namanya. Ia menganggap impor Harley itu hanya sebatas persoalan kepabeanan.
 
"Ini adalah masalahnya, masalah kepabeanan. Undang-undang kepabeanan adalah semua yang ada di zona kepabeanan, sebelum dia keluar dari atau daerah kepabeanan, itu bukan merupakan kriminal. Dia hanya administratif," kata Ari.
 

Mimin Garuda dan Ari Ashkara yang
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
 

Ari tampak santuy. Begitu orang sekarang mengistilahkannya. Perkara impor barang itu jika salah hanya disanksi denda, ditahan, dikembalikan atau direekspor.
 
Konteks pernyataan Ari ini seolah dikonfirmasi oleh Achmad Haeruman saat bertandang ke Kantor Kementerian Badan Urusan Milik Negara (BUMN), Senin 9 Desember 2019.
 
"Kalau Dirut menyalahi aturan kepabeanan, ya tentu kami ikut keputusan Pak Menteri (Menteri BUMN Erick Thohir). Tapi kalau Garuda diberitakan yang tidak-tidak, kami juga tidak setuju," kata Achmad.
 
Achmad mengaku sebagai Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang legal. Ia mengklaim IKAGI versi mereka terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Otomatis IKAGI versi Zaenal Muttaqin dianggap tidak sah alias ilegal.
 
Achmad membantah tudingan IKAGI versi Zaenal di depan publik bahwa Garuda di bawah ketiak Ari, amburadul. Termasuk tudingan tidak manusiawi terhadap awak kabin.
 
Menurut Achmad, justru keadaan Garuda era Ari membaik. Di antaranya tata kelola manajemen maupun kesejahteraan awak kabin diperhatikan dengan baik.
 
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad mengatakan kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson yang melibatkan Ari bukan sekadar persoalan administrasi.
 
"Tetapi dalam UU Kepabeanan juga ada aspek pidananya. Yakni penyelundupan. Agar menjadi terang, perlu diselidiki apakah unsur penyelundupan terpenuhi dalam perbuatan tersebut. Fakta sementara yang terungkap adalah masuknya barang dari daerah pabean satu ke pabean lain tanpa dilengkapi dengan dokumen yang dikeluarkan oleh pejabat kepabeanan. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum," kata Suparji kepada Medcom Files, Senin 9 Desember 2019.
 

Mimin Garuda dan Ari Ashkara yang
Direktur Eksekutif Suparji Ahmad (SA) Institute, Suparji. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia
 

Ari Ashkara telah resmi dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir per Kamis 5 Desember 2019. Sepuluh hari lebih cepat dari isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri.
 
Namun Ari belum juga muncul di muka publik. Sekadar muncul dengan pembelaan atau pengakuan disertai permohonan maaf. Yang pasti Ari telah menyerahkan jabatannya kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
 

 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif