Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam program Newsmaker Medcom.id, Kamis, 3 September 2020. Foto: Medcom.id
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam program Newsmaker Medcom.id, Kamis, 3 September 2020. Foto: Medcom.id

Satgas Covid-19 Bisa Lacak Lokasi Terbanyak Pelanggaran Protokol Kesehatan

Medcom Files
M Rodhi Aulia • 28 Oktober 2020 13:26
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memiliki sistem monitoring perubahan perilaku terkait kedisiplinan protokol kesehatan. Satgas bisa melacak lokasi terbanyak pelanggaran kesehatan.
 
"Inovasi ini dikenal sebagai Sistem Bersama Lawan Covid 19 atau BLC monitoring perubahan perilaku," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam laporannya seperti diunggah di kanal Youtube BNPB Indonesia, Selasa 27 Oktober 2020.
 
Di dalam sistem itu terdapat fitur kuosioner untuk melaporkan terkait kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan. Para petugas di lapangan dapat melaporkan berbagai data pelanggaran protokol kesehatan secara real time.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Kemudian data tersebut akan diolah menjadi data statistik untuk mengetahui lokasi atau area terbanyak pelanggaran protokol kesehatan. Artinya, Satgas dapat memetakan lokasi terbanyak pelanggaran protokol kesehatan. "Data statistik ini nantinya dapat digunakan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan operasi yustisi," ujar dia.
 
Wiku mengaku sistem ini telah digunakan sekitar 4 minggu. Data per 26 Oktober 2020, sebanyak 18 juta orang dipantau di lebih dari 3 juta titik pantau yang tersebar di 495 kabupaten/kota atau 34 provinsi.
 
"Melalui dashboard ini pula dapat dipetakan juga wilayah di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan kedisiplinannya terhadap protokol kesehatan. Ini demi perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi covid-19," terang Wiku.
 
Wiku menambahkan pihaknya berkolaborasi dengan sejumlah instansi. Di antaranya TNI, Polri, Satpol PP dan relawan satgas perubahan perilaku.
 
"Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang sudah ikut terlibat, semoga ke depannya, akan semakin besar lagi peluang dari elemen masyarakat lain yang dapat berpartisipasi dalam sistem pelaporan ini," beber dia.
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif